Barack Obama Turun Gunung, Sebut Donald Trump ‘Rekor Terburuk’ Presiden AS

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama secara resmi turun ke panggung kampanye jelang Pemilu Sela (midterm elections) yang tinggal menghitung hari. Kehadiran Obama di hadapan para pendukung Partai Demokrat dimanfaatkan demi melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan dan berbagai kebijakan Presiden Donald Trump.

Dalam deretan rapat akbar yang digelar di Cleveland dan Detroit, Obama mengajak para pemilih demi menjadikan pemungutan suara pada 3 November mendatang sebagai momen krusial dalam mengimbangi kekuasaan di Kongres AS. Saat berkampanye di Michigan demi mendukung kandidat Senat AS dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, Obama mengibaratkan pemilu kali ini sebagai sebuah penjelas arah untuk akuntabilitas pihak pemerintah.

“Kita wajib mengaktifkan ‘pemutus arus’ (circuit breaker) tersebut demi setidaknya menekan sejumlah kecerobohan dan menghadirkan akuntabilitas ke dalam pihak pemerintahan ini,” ujar Obama di hadapan para pendukungnya.

Guna menggalang antusiasme pemilih Demokrat dalam persaingan ketat memperebutkan kursi Senat melawan kandidat Partai Republik, Mike Rogers, Obama menyampaikan serangkaian poin kritik terhadap masa jabatan Trump. Salah satu poin utama yang disinggung merupakan isu transparansi dan konflik kepentingan dalam tata kelola pihak pemerintahan.

“Kita masih belum sempat menyaksikan seorang kepala negara yang secara terbuka bertindak demikian demi kepentingan pribadi. Kini, partai tersebut seolah-olah mewakili pihak pemerintahan yang tidak efisien atau tidak akuntabel,” tegas Presiden AS periode 2009–2017 tersebut, dikutip via Reuters.

Kritik tersebut sejalan bersama dinamika opini publik di AS. Hasil survei Reuters/Ipsos yang dirilis semasih belumnya memperlihatkan mayoritas responden mengekspresikan perhatian mereka terhadap potensi keterikatan antara keputusan kebijakan publik dan urusan bisnis pribadi sang kepala negara.

Di samping isu tata kelola domestik, Obama turut mengkritisi klaim kesuksesan administrasi Trump dalam mengatasi dinamika keamanan di Timur Tengah, khususnya terkait bersama Iran. Obama menilai ketegangan di kawasan strategis bagaikan Selat Hormuz justru menyerahkan dampak signifikan terhadap stabilitas pasar energi global.

“Iran kini memiliki posisi tawar yang kuat di Selat Hormuz, jalur utama distribusi minyak dunia,” tambah Obama saat memaparkan analisisnya mengenai lanskap geopolitik terkini.

Tak luput dari perhatian, Obama juga menyelipkan sindiran bernada satire terhadap jajaran kabinet serta perubahan estetika pada renovasi interior Gedung Putih, yang disambut riuh oleh para pendukung yang hadir dalam rapat umum tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih masih belum menyerahkan tanggapan resmi terkait pernyataan dan kritik yang disampaikan oleh mantan kepala negara tersebut dalam rangkaian kampanye di Michigan dan Ohio.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article