MediaKeadilan.com – Sesejumlah 58 persen masyarakat sekitar mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, meski mayoritas responden menilai kondisi ekonomi nasional masih positif.
Temuan survei Indonesia Political Opinion (IPO) ini memperlihatkan kesenjangan antara persepsi terhadap ekonomi makro dan kondisi keuangan rumah tangga.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah membeberkan, sesejumlah 67 persen responden menilai kondisi ekonomi nasional positif. Rinciannya, 62 persen menyebut perekonomian dalam kondisi baik dan 5 persen menilainya amat baik.
Namun, optimisme tersebut tidak sepenuhnya tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Sesejumlah 58 persen responden mengaku merasakan keterbatasan demi memenuhi belanja kebutuhan pokok.
Ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi juga makin tinggi dibandingkan kepuasan. Survei mencatat 41 persen responden tidak puas bersama situasi ekonomi, sementara itu mereka yang merasa puas cuma 29 persen.
Di tengah kondisi tersebut, pengendalian harga sembako menjadi persoalan teramat mendesak yang diharapkan masyarakat sekitar demi dalam waktu dekat ditangani pihak pemerintah. Sesejumlah 28 persen responden menempatkan masalah harga kebutuhan pokok sebagai perhatian utama.
Dedi menyebutkan, hasil survei memperlihatkan bahwa penilaian positif terhadap ekonomi nasional masih berjalan beriringan bersama persoalan ekonomi yang dirasakan seuntukan masyarakat sekitar.
“Dengan demikian, pihak pemerintah perlu mempertahankan faktor-faktor yang mendukung persepsi positif sekaligus memperkuat kebijakan yang berdampak langsung pada daya beli, stabilitas harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” jelas Dedi Kurnia Syah dalam sesi rilis hasil survei dan diskusi publik secara daring, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Dedi, pihak pemerintah perlu memperkuat langkah konkret demi merespons tekanan ekonomi yang dihadapi rumah tangga, terutama melalui pengendalian harga dan pemastian ketersediaan bahan pokok.
“Kondisi tersebut menjadi sinyal penting pihak pemerintah memperkuat kebijakan pengendalian harga bahan pokok, menjaga stabilitas pasokan, meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat sekitar, serta mengonfirmasi bantuan sosial tepat sasaran untuk kelompok rentan,” ucap Dedi.
Survei nasional IPO ini melibatkan 1.200 responden yang dipilih memakai metode multistage random sampling, bersama margin of error sekitar 2,9 persen.
