Ikut di Aksi 28 Oktober, Rekam Jejak Wanda Hamidah Jadi Aktivis Usai Berhenti Jadi Politisi

admin
By admin
4 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Aksi unjuk rasa pada 28 Oktober 2026 di Jakarta turut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat sekitar, termasuk jajaran seniman dan selebriti, salah satunya merupakan Wanda Hamidah.

Kehadirannya di tengah barisan massa unjuk rasa tersebut kembali menyita perhatian publik mengenai sosok, latar belakang, serta konsistensinya dalam mengawal isu-isu publik di Indonesia.

Wanda Hamidah, S.H., M.Kn. lahir di Jakarta pada 21 September 1977. Perempuan yang dikenal luas melalui panggung hiburan ini memiliki perjalanan karier yang dinamis, meliputi profesi sebagai model, aktris, notaris, hingga politisi yang sempat menduduki kursi parlemen daerah.

Pendidikan Wanda Hamidah

Perjalanan dan kiprah publik Wanda tidak terlepas dari fondasi pendidikan hukum yang ditempuhnya. Ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri 3 Jakarta semasih belum melanjutkan studi ke jenjang Sarjana Ilmu Hukum di Universitas Trisakti pada periode 1995 hingga 2000.

Untuk menunjang karier profesionalnya di bidang hukum, Wanda meneruskan pendidikan S-2 Magister Kenotariatan di Universitas Indonesia pada kurun waktu 2004 hingga 2006 dan kini resmi berpraktik sebagai Notaris serta Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Rekam jejak karier Wanda di dunia hiburan bermula sejak era 1990-an ketika ia aktif sebagai model sampul majalah dan bintang iklan televisi.

Kariernya di industri seni peran berkembang pesat melalui keterlibatannya dalam berbagai judul film layar lebar, bagaikan Pengejar Angin, Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan, Serigala Langit, hingga judul-judul bagaikan Melodate, Paku Tanah Jawa, dan Mangku Pocong.

Di layar kaca dan platform digital, Wanda juga tercatat membintangi sejumlah serial televisi dan web series, di antaranya Suci dalam Cinta, Code Helix, serta Rekaman Terlarang.

Karir Politik Wanda Hamidah

Selain berkiprah di dunia seni, Wanda juga memiliki rekam jejak panjang di panggung politik praktis Indonesia. Keterlibatannya di partai politik dimengawali saat bergabung bersama Partai Amanat Nasional (PAN) pada 2005, di mana ia sempat mengemban tugas sebagai Bendahara PAN periode 2006–2010.

Wanda juga terpilih menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009–2014. Jelang Pemilu 2014, Wanda diberhentikan dari PAN lantaran perbedaan arah dukungan dalam pemilihan kepala negara. Ia lalu berlabuh ke Partai NasDem pada periode 2014 hingga 2022, semasih belum akhirnya bergabung bersama Partai Golkar pada akhir 2022.

Karier politiknya di partai politik berakhir pada Agustus 2024 ketika Wanda secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Golkar. Langkah pengunduran diri tersebut diambil sebagai bentuk penolakan terhadap langkah Badan Legislatif (Baleg) DPR RI yang merevisi UU Pilkada saat itu.

Aktif di Sejumlah Isu

Keterlibatan Wanda dalam pergerakan massa aksi berakar dari masa studinya di Universitas Trisakti, di mana ia menjadi salah satu kalangan akademisi yang terlibat dalam gelombang gerakan Reformasi 1998.

Sepanjang kiprahnya sebagai aktivis, Wanda tercatat aktif menyuarakan berbagai isu, mengawali dari pengawalan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), perlindungan hak anak dan wanita saat menjabat sebagai Wakil Sekjen Komnas Perlindungan Anak, hingga isu kemanusiaan internasional bagaikan advokasi demi masyarakat sekitar Palestina.

Keterlibatannya dalam aksi 28 Oktober 2026 menambah panjang daftar aksi publik yang diikuti oleh mantan legislator tersebut.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article