Kenapa Kangen Band Bubar?

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Grup musik legendaris asal Lampung, Kangen Band, resmi bubar atau mengakhiri perjalanannya di industri musik Tanah Air setelah sang pendiri mengumumkan pembubaran secara mendadak. Keputusan drastis ini dipicu oleh konflik internal mendalam yang telah terpendam cukup lama di antara para anggotanya.

Dodhy selaku pemilik hak merek sekaligus pencipta karya-karya hits mereka memilih mengambil tindakan tegas demi menghentikan seluruh aktivitas grup. Pengumuman tersebut disampaikan secara terbuka melalui unggahan visual di akun Instagram pribadinya, @dodhyofficial, pada Sabtu (12/9/2026).

Langkah ini menandai babak akhir dari perjalanan grup pop murni yang sempat mendominasi pasar musik Indonesia sejak dekade 2000-an. Penggemar terkejut lantaran perselisihan di tubuh band tersebut berujung pada penghentian hak cipta lagu secara total.

Perselisihan ini mencapai puncaknya ketika Dodhy merasa perlakuan tidak adil di internal grup telah melewati batas toleransi. Rasa kecewa yang tertahan sekian lama akhirnya bermuara pada pembubaran sepihak oleh sang leader.

Ia menyampaikan alasan emosional di balik keputusan mendasar tersebut melalui pernyataan tertulisnya.

“Bismillah saya bersama sadar menegaskan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya, saya selaku owner dan founder kangen band telah menyimpan rasa sakit ini sekian lama,” tulis Dodhy, Sabtu (12/9/2026).

Dampak hukum dari pembubaran ini langsung menyasar pada hak pembawaan lagu-lagu legendaris ciptaan Dodhy di atas panggung. Ia menutup akses untuk seluruh mantan rekan satu bandnya demi memanfaatkan karya intelektual milik pribadi.

Larangan ini tidak cuma berlaku untuk eks personel, namun juga mengikat para penyelenggara acara atau event organizer di mana pun. Ketegasan tersebut diambil demi mengamankan hak cipta penuh atas seluruh katalog musik yang sempat membesarkan nama band.

Pencipta lagu tersebut menegaskan pembatasan penampilan karya-karyanya secara eksplisit dalam pernyataan resmi yang sama.

“Untuk para personil mevolved dan para EO, dilarang keras member dari ex kangen band mengangkut lagu lagu ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar besarnya,” lanjutnya.

Respon publik dan rekan seprofesi langsung membanjiri kolom komentar unggahan pengumuman pembubaran tersebut. Ribuan respons dari pengguna media sosial mengalir deras, termasuk simpati dari mantan personel Kangen Band, Yonanda Frisna Damara.

Meskipun gejolak di media sosial terus membesar, rincian mengenai konflik internal masih belum dibuka secara gamblang. Dodhy maupun pihak manajemen masih belum membeberkan kronologi detail terkait bentuk kezaliman yang menjadi akar masalah.

Kangen Band terbentuk di Lampung dan sukses menembus industri musik nasional hingga menjadi salah satu fenomena budaya pop teramat berdampak. Gaya musik pop melayu khas mereka mampu menyerap perhatian jutaan pendengar dari berbagai kalangan masyarakat sekitar.

Kesuksesan mereka ditopang oleh rentetan tembang populer bagaikan “Tentang Aku, Kau, dan Dia”, “Yolanda”, serta “Pujaan Hati”. Lagu-lagu tersebut mendominasi tangga lagu radio dan penjualan album fisik pada akhir era 2000-an.

Pembubaran ini menjadi akhir dari perjalanan panjang sebuah band yang sempat menjadi ikon musik melayu modern Indonesia. Perpecahan akibat isu internal kini meninggalkan pertanyaan besar mengenai masa depan karya-karya legendaris mereka di panggung hiburan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article