Pasar Valas Dibayangi Gejolak, September Jadi Bulan Penuh Risiko

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pasar valuta asing (valas) menyikapi tekanan besar memasuki September 2026. Sejumlah risiko mengawali dari perbedaan suku bunga, membengkaknya utang global, kenaikan harga minyak hingga ketegangan perdagangan berpotensi memicu volatilitas tinggi.

Broker global Elev8 mencatat kinerja mata uang sepanjang Agustus memperlihatkan perbedaan yang cukup tajam. Rand Afrika Selatan (ZAR) menjadi mata uang bersama kinerja terbaik dari 22 mata uang yang dipantau, sementara real Brasil (BRL) menjadi yang terlemah.

Di antara mata uang utama, yen Jepang (JPY) merasakan pelemahan teramat besar. Nilai tukar USD/JPY bahkan kembali menembus level 160 pada sesi terakhir Agustus. Pelemahan yen terjadi meski Jepang telah menaikkan suku bunga, lantaran selisih suku bunga bersama Amerika Serikat masih lebar.

Tekanan terhadap yen juga diperburuk oleh risiko fiskal Jepang. Rencana belanja pihak pemerintah mendorong imbal hasil obligasi pihak pemerintah Jepang bertenor 10 tahun mendekati 3%, sementara investor juga mencermati potensi perubahan komposisi dewan Bank of Japan (BOJ) yang dinilai dapat menciptakan kebijakan moneter makin longgar.

Risiko juga datang dari Australia. Dolar Australia (AUD) memang menjadi mata uang berkinerja terbaik di antara mata uang utama pada Agustus bersama kenaikan hampir 2%. Namun, penguatan tersebut justru dibayangi ancaman kenaikan suku bunga setelah inflasi Australia berada di atas ekspektasi pasar.

Memasuki September, tekanan pasar diperkirakan semakin besar lantaran The Federal Reserve, European Central Bank (ECB), dan BOJ akan menggelar pertemuan kebijakan dalam rentang cuma delapan hari, yakni 10-18 September.

Selain kebijakan bank sentral, kenaikan harga minyak juga menjadi ancaman. Harga Brent mendekati US$100 per barel setelah ketegangan Amerika Serikat dan Iran meningkat. Lonjakan harga energi berpotensi mendorong inflasi, memperketat kebijakan bank sentral, sekaligus menekan mata uang negara pengimpor minyak.

Elev8 juga menyoroti utang global yang telah mencapai rekor US$353 triliun. Utang Amerika Serikat bahkan telah menembus US$40 triliun. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap risiko fiskal dan stabilitas pasar obligasi global.

Ketidaktentuan perdagangan turut memperburuk prospek. Kebuntuan tarif antara Amerika Serikat dan Kanada berpotensi memicu gejolak pada dolar Kanada (CAD) apabila konflik dagang kembali meningkat.

Elev8 menilai periode 15-18 September akan menjadi salah satu periode teramat berisiko untuk pasar valas pada tahun ini. Kombinasi keputusan bank sentral, kejutan data ekonomi, tekanan obligasi, kenaikan harga minyak dan risiko geopolitik berpotensi memicu volatilitas ekstrem.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article