Bicara Watak Kekuasaan, Hasto Minta Negara Lindungi Rakyat Kecil dari Oligarki

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan rakyat kecil tidak boleh dibiarkan berhadapan langsung bersama oligarki saat memperjuangkan hak-haknya. Menurutnya, kekuasaan wajib berwatak kemanusiaan dan mampu menghadirkan keadilan untuk seluruh lapisan masyarakat sekitar.

Pernyataan itu disampaikan Hasto seusai menghadiri pembukaan Kongres ke-10 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Ia hadir atas penugasan khusus dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Tidak boleh rakyat kecil langsung berhadapan bersama oligarki di dalam memperjuangkan hak-haknya, termasuk hak atas kehidupan yang layak demi memperoleh akses produksi untuk peningkatan kapasitas perekonomian rakyat,” ujar Hasto.

Ia menilai, petani, nelayan, buruh, dan masyarakat sekitar yang masih belum menikmati kemakmuran wajib menjadi orientasi utama perjuangan politik. Karena itu, nilai-nilai marhaenisme dinilai tetap relevan demi memperjuangkan kepentingan rakyat yang tertindas.

“Kita menyaksikan bagaimana kehidupan petani kita, nelayan kita, dan buruh kita, termasuk rakyat yang masih belum memperoleh kemakmuran, maka itu sewajibnya menjadi orientasi dari seluruh cita-cita perjuangan politik,” ujar Hasto.

Hasto menyebutkan, keberpihakan terhadap masyarakat sekitar kecil perlu diwujudkan melalui kebijakan konkret, bagaikan peningkatan akses pendidikan untuk kalangan anak miskin, perbaikan layanan BPJS Kesehatan, serta penyaluran subsidi yang tepat sasaran.

“Bagaimana menghadirkan watak kekuasaan bersama nilai kemanusiaan, keadilan yang dijabarkan melalui pendidikan yang baik untuk kalangan anak miskin, sarana kesehatan melalui BPJS Kesehatan yang ditingkatkan, subsidi yang tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menekankan Pancasila wajib menjadi landasan demi mewujudkan keadilan sosial dan membebaskan masyarakat sekitar dari kemiskinan, keterbatasan pendidikan, serta ketidakadilan.

“Pancasila juga wajib dipahami dalam prinsip-prinsip keadilan sosial yang membebaskan dari berbagai belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan,” tegasnya.

Hasto turut menilai pemikiran marhaenisme masih relevan untuk generasi muda, termasuk Generasi Z, demi memahami perjuangan rakyat yang tertindas oleh kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme.

“Gerakan Pemuda Marhaen ini amat relevan demi Gen Z, amat relevan demi membangunkan kembali tentang falsafah manusia tertindas akibat kapitalisme, kolonialisme, imperialisme, yang namanya rakyat Marhaen itu,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article