4.000 Peserta Bersaing, Inovasi AI Anak Muda Indonesia Hadirkan Solusi Nyata

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Samsung Electronics Indonesia memperkuat pengembangan talenta digital generasi muda melalui Samsung Solve for Tomorrow 2026, kompetisi berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) yang mendorong peserta memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) demi menciptakan solusi inovatif untuk masyarakat sekitar.

Program pada tahun ini mencatat antusiasme tinggi bersama makin dari 4.000 pendaftar dari 27 provinsi di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sesejumlah 2.600 peserta mengikuti Design Thinking Workshop, lalu 40 tim melanjutkan ke tahap AI and Communication, hingga akhirnya 10 tim sukses mencapai tahap penjurian akhir.

Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, menyampaikan bahwa tingginya partisipasi tersebut mencerminkan semangat generasi muda dalam mengembangkan inovasi berbasis teknologi.

Menurutnya, teknologi akan menyerahkan nilai makin ketika digunakan demi menjawab kebutuhan nyata masyarakat sekitar.

“Teknologi memiliki potensi besar demi menciptakan kehidupan menjadi makin baik. Namun, teknologi baru benar-benar bermakna ketika dapat menjawab kebutuhan nyata dan menyerahkan manfaat untuk masyarakat sekitar,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Melalui Samsung Solve for Tomorrow 2026, peserta tidak cuma berkompetisi demi menghasilkan ide inovatif, namun juga mengikuti rangkaian pembelajaran intensif selama kurang makin empat bulan.

Program tersebut mencakup pelatihan design thinking, pengembangan kemampuan AI, pelatihan soft skill, serta pendampingan dari mentor yang berasal dari praktisi industri dan tim Samsung R&D Institute Indonesia.

Pendekatan ini dirancang demi membekali peserta bersama kemampuan mengidentifikasi masalah, berpikir kritis, berkolaborasi, serta mengembangkan gagasan menjadi solusi yang relevan bersama kebutuhan pengguna.

Anggi menegaskan bahwa proses pembelajaran menjadi untukan penting dari program tersebut, terlepas dari hasil akhir kompetisi.

“Nilai Solve for Tomorrow ini tidak cuma ada pada kompetisi atau siapa yang menjadi pemenang,” katanya.

Ia menginginkan pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama program dapat menjadi fondasi untuk peserta demi terus mengembangkan inovasi setelah kompetisi berakhir.

AI dan Design Thinking demi Mempercepat Inovasi

Head of Product Integration Group Samsung R&D Institute Indonesia, Banu Ahwan Pribadi, menyoroti peran AI dalam mempercepat proses inovasi.

Pemanfaatan AI dapat menolong proses identifikasi masalah dan pengembangan solusi berjalan makin efisien, termasuk dalam proses rekayasa dan pengembangan produk.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article