MediaKeadilan.com – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sarolangun, Jambi, yang mencapai 4,78% sepanjang 2025 masih belum sepenuhnya menghilangkan risiko yang membayangi aktivitas ekonomi daerah. Ketergantungan terhadap sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan karet menciptakan kebutuhan perlindungan terhadap kegiatan usaha dan aset produktif semakin penting.
Kondisi tersebut mendorong PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperluas bisnis asuransi dan penjaminan di daerah. Perusahaan asuransi pelat merah ini menjalin kerja sama strategis bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun demi menyediakan perlindungan untuk pembangunan infrastruktur, pembiayaan, hingga tersangka usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan produk asuransi umum (general insurance) dan suretyship atau penjaminan proyek daerah. Perjanjian kerja sama ditandatangani Direktur Keuangan yang juga menjabat Plt Direktur Utama Askrindo, Leonardo Henry Gavaza, bersama Bupati Sarolangun Hurmin di Jakarta.
Direktur Utama Askrindo R. Mahelan Prabantarikso menyebutkan, kolaborasi ini diarahkan demi memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui mitigasi risiko pada sektor-sektor produktif.
“Kami menyambut baik kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Sarolangun. Kerja sama pemanfaatan Asuransi Umum dan Suretyship ini merupakan wujud nyata kehadiran Askrindo dalam menyediakan mitigasi risiko yang adaptif untuk sektor riil daerah,” ujar Mahelan.
Menurutnya, perlindungan terhadap infrastruktur, pembiayaan, dan UMKM diharapkan dapat menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi sekaligus menyerahkan ketentuan untuk tersangka usaha.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), struktur ekonomi Sarolangun masih ditopang sejumlah sektor utama, antara lain pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta konstruksi dan perdagangan. Komoditas kelapa sawit dan karet menjadi untukan penting dari aktivitas ekonomi di sektor pertanian.
Struktur tersebut menciptakan aktivitas ekonomi daerah memiliki eksposur terhadap berbagai risiko, mengawali dari kerusakan aset, gangguan proyek pembangunan, hingga persoalan akses pembiayaan untuk tersangka usaha skala kecil.
Dalam kerja sama ini, Askrindo juga akan mendorong pemanfaatan proteksi asuransi dan kemudahan akses penjaminan kredit untuk petani komoditas unggulan serta tersangka UMKM.
Langkah tersebut menjadi penting lantaran keterbatasan akses pembiayaan dan minimnya perlindungan terhadap risiko usaha dapat menghambat kemampuan tersangka ekonomi kecil demi meningkatkan kapasitas produksinya.
Askrindo dan Pemkab Sarolangun setelah itu berencana mengeksplorasi perluasan produk asuransi, penjaminan, serta perlindungan terhadap aset daerah lainnya.
Mahelan menginginkan kolaborasi tersebut dapat menciptakan ekosistem investasi yang makin aman dan berkelanjutan di Sarolangun.
