MediaKeadilan.com – Setelah sukses menyentuh hati sejumlah orang melalui film Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?, penulis Khoirul Trian kembali mengangkut karya emosionalnya ke layar lebar.
Kali ini, novel hits bertajuk Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu siap divisualisasikan menjadi sebuah film yang memotret realitas hubungan keluarga modern.
Pengumuman adaptasi ini digelar secara hangat di Perpustakaan Cikini, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026) malam.
Acara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ruang “Deep Talk” yang mempertemukan para pemeran bersama publik demi pertama kalinya.
Potret Luka dan Cinta di Era Gen Z
Film ini tidak cuma bicara soal pengabdian, namun menggali sisi lain perjuangan seorang ibu yang merangkap sebagai pekerja.
Di bawah arahan sutradara Affandi Abdul Rachman, Ada Duka di Bawah Telapak Kaki Ibu menyoroti jurang komunikasi yang kerap terjadi antara orang tua dan kalangan anak generasi Z.
“Yang menarik merupakan kita dapat menyaksikan konflik dari dua sisi secara adil. Ibu merasa telah menyerahkan yang terbaik, sementara anak merasa suaranya masih belum benar-benar didengar,”kata Affandi.
Menurutnya, film ini akan terasa amat personal lantaran mengangkat tantangan komunikasi di tengah gempuran dunia digital.
Kolaborasi Apik Mieke Amalia dan Aurora Ribero
Dinamika “adu rasa” dalam film ini akan diperankan oleh dua aktris lintas generasi.
Aktris muda berbakat, Aurora Ribero, didapuk mewakili perspektif anak muda yang haus akan pemahaman dan penerimaan dari keluarganya.
Sementara itu, sosok ibu yang tangguh namun penuh pergolakan batin akan diperankan oleh Mieke Amalia.
Mieke akan mengangkutkan karakter seorang ibu pekerja yang berjuang menyeimbangkan tuntutan profesional bersama perannya di rumah, sembari berupaya meruntuhkan tembok perbedaan pandangan bersama sang anak.
Suara Hati Lewat “Ibu Pekerja”
