AI Mulai Bawa Kreator Digital ke Layar Lebar, CapCut Dorong Cara Baru Bikin Film

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Membuat film kini tidak senantiasa wajib dimengawali bersama produksi besar. Teknologi kecerdasan buatan (AI) mengawali membuka ruang untuk kreator digital demi mengembangkan ide, berupaya visual, hingga menyempurnakan cerita semasih belum akhirnya dibawa ke layar lebar.

Gambaran itu terlihat dalam AI Content Fest 2026 yang digelar CapCut. Sesejumlah 10 karya kreator dari berbagai daerah di Indonesia diputar di layar lebar CGV Grand Indonesia, Jakarta, melalui kampanye #CapCutFilmNaikLayar.

Festival tersebut mengangkat tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”. Cerita yang dibawa para kreator cukup beragam, mengawali dari identitas dan budaya, kehidupan sehari-hari, pengalaman personal, hingga harapan tentang Indonesia.

Para kreator memanfaatkan CapCut Video Studio dan sejumlah fitur berbasis AI dalam proses pengembangan ide dan visual hingga penyuntingan film pendek.

AI Buka Ruang Eksperimen

Masuknya AI ke proses kreatif tidak berarti teknologi mengambil alih peran manusia. Justru, teknologi digunakan demi mempercepat proses ketika kreator ingin berupaya makin sejumlah kebarangkalian.

Head of Content Operations CapCut Indonesia, Jessica Wowor menyebutkan, CapCut ingin menyerahkan ruang yang makin besar untuk kreator demi mengangkut perspektif mereka ke audiens yang makin luas.

“Indonesia punya begitu sejumlah cerita dan talenta kreatif yang layak memperoleh panggung makin besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin menolong kreator mengangkut perspektif mereka ke layar lebar dan membuka makin sejumlah kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi makin luas,” jelas Jessica dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).

Hal tersebut menciptakan AI tidak cuma ditempatkan sebagai fitur demi menghasilkan visual. Dalam festival ini, teknologi digunakan sebagai untukan dari proses ketika kreator mengembangkan ide hingga membentuknya menjadi sebuah film pendek.

Kreator Gustav Anandhita menyaksikan AI sebagai alat demi memperluas ruang eksperimen.

“AI memberi kreator makin sejumlah ruang demi bereksperimen, mengawali dari mengembangkan ide, berupaya berbagai pendekatan visual, hingga menjalankan iterasi bersama makin cepat,” ujarnya.

Menurut dia, efisiensi ini mebarangkalikan kita demi mengeksplorasi makin sejumlah kebarangkalian dan mengangkut sebuah ide makin jauh, tanpa kehilangan arah kreatif yang ingin kita bangun.

Ketika Kreator Digital Mulai Mendekati Industri Film

Perubahan lainnya terlihat dari kesempatan yang diberikan kepada para finalis. Sepuluh film yang diputar di layar lebar tidak berhenti pada penayangan, namun juga mendapat tanggapan langsung dari tersangka industri kreatif bagaikan Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Masukan tersebut mencakup ide, visual, hingga cara cerita disampaikan. Dengan begitu, kreator digital memperoleh pengalaman yang makin dekat bersama proses evaluasi karya di industri film.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article