MediaKeadilan.com – Istilah desil belakangan sejumlah diperbincangkan setelah muncul dalam pembahasan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam konteks DTSEN, desil digunakan demi memperlihatkan posisi relatif suatu keluarga dibandingkan keluarga lainnya berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi.
Namun desil sebenarnya bukan istilah yang cuma digunakan dalam pendataan sosial ekonomi. Ini merupakan istilah dalam Statistika yang digunakan demi memperlihatkan ukuran letak data.
Berikut akan dibahas apa itu desil dalam Statistika dan bagaimana cara menghitungnya, merangkum dari panduan di laman lmsspada.kemdiktisaintek milik LMS SPADA Indonesia Keaparatur negara kementerianan Pendidikan, dan sumber lainnya.
Apa Itu Desil dalam Statistika?
Desil merupakan ukuran letak dalam statistika yang memuntuk sekumpulan data menjadi 10 untukan yang sama besar. Karena diuntuk menjadi 10 untukan, terdapat sembilan nilai desil, yakni D1, D2, D3, hingga D9.
Setiap untukan mewakili sekitar 10 persen dari keseluruhan data. Dengan kata lain, D1 memperlihatkan batas sekitar 10 persen data terbawah, D2 sekitar 20 persen, dan seterusnya hingga D9 yang memperlihatkan batas sekitar 90 persen data.
Agar makin mudah dipahami, bayangkan ada 100 data yang telah diurutkan dari nilai terkecil hingga terbesar.
Jika data tersebut diuntuk menjadi 10 kelompok, setiap kelompok akan berisi sekitar 10 data, sementara itu nilai D1 sampai D9 menjadi batas yang memisahkan kelompok-kelompok tersebut.
Dalam Statistika, desil dapat digunakan pada data tunggal maupun data kelompok. Rumus yang digunakan berbeda, berakibat langkah pertama yang perlu dilakukan merupakan mengenali bentuk data yang tersedia.
Rumus dan Penjelasan Cara Menentukan Desil
Cara menentukan desil bergantung pada bentuk data yang digunakan. Untuk data tunggal, rumus yang digunakan makin sederhana lantaran datanya telah berupa daftar nilai, sementara itu data kelompok memerlukan frekuensi dan frekuensi kumulatif.
1. Rumus Desil Data Tunggal
Untuk data tunggal, letak desil ke-i dapat ditentukan bersama rumus:
D = i(n + 1)/10
Keterangan:
D = desil ke-i
i = angka desil yang dicari, yakni 1 sampai 9
n = jumlah seluruh data
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini
