Apakah Jika Baterai Laptop Sudah Penuh Charger Harus Dicabut? Ini Penjelasannya

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Apakah apabila baterai laptop telah penuh charger wajib dicabut? Pertanyaan ini cukup kerap muncul, terutama untuk pengguna yang terbiasa memakai laptop sambil tetap menghubungkannya ke sumber listrik.

Dahulu, pengguna memang disarankan dalam waktu dekat mencabut charger ketika baterai laptop telah mencapai 100 persen. Namun, teknologi baterai dan sistem pengisian daya pada laptop modern telah berkembang. Seuntukan besar laptop pada saat ini memiliki sistem manajemen baterai yang dapat mengatur pengisian daya secara otomatis.

Meski begitu, ada sejumlah hal yang tetap perlu diperhatikan agar baterai laptop makin awet. Berikut penjelasannya.

1. Charger Tidak Harus Langsung Dicabut saat Baterai 100 Persen

Pada laptop modern, charger tidak wajib langsung dicabut cuma lantaran indikator baterai telah memperlihatkan 100 persen. Ketika baterai telah terisi penuh, sistem pengelolaan daya umumnya akan menghentikan atau mengurangi pengisian baterai dan memakai daya dari adaptor demi menjalankan laptop.

Artinya, membiarkan laptop tetap terhubung ke charger setelah baterai penuh tidak serta-merta menciptakan baterai langsung rusak.

Namun, perilaku pengisian daya dapat berbeda tergantung merek, model laptop, dan sistem manajemen baterai yang digunakan.

2. Laptop Modern Sudah Memiliki Sistem Pengaturan Pengisian Daya

Salah satu alasan mengapa charger tidak senantiasa wajib dicabut ketika baterai penuh merupakan adanya battery management system.

Sistem ini menolong mengatur proses pengisian agar baterai tidak terus-menerus menyambut baik daya bersama cara yang sama.

Pada sejumlah laptop, tersedia pula fitur bagaikan Battery Health Charging, Conservation Mode, atau Charge Limit. Fitur tersebut mebarangkalikan pengguna membatasi pengisian, misalnya hingga 80 persen, demi menolong menjaga kesehatan baterai dalam penggunaan jangka panjang.

Jika laptop kerap digunakan di meja kerja, fitur pembatasan pengisian daya ini dapat menjadi pilihan yang makin baik daripada terus mempertahankan baterai pada kondisi 100 persen.

3. Panas Justru Perlu Lebih Diperhatikan

Jika berbicara mengenai umur baterai, suhu panas merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Laptop yang digunakan dalam kondisi terlalu panas dapat menciptakan baterai merasakan tekanan makin besar.

Karena itu, hindari meletakkan laptop di permukaan yang menghambat sirkulasi udara, bagaikan kasur atau bantal, terutama ketika laptop sedang digunakan sambil mengisi daya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article