MediaKeadilan.com – Kelompok Hamas mengecam kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke kawasan terowongan dan situs penggalian di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa dan Tembok Al-Buraq di Yerusalem Timur.
Hamas menilai kunjungan tersebut, yang disertai pernyataan Netanyahu mengenai situs suci tersebut, sebagai tindakan yang mengancam identitas dan status Masjid Al-Aqsa.
“Masuknya Benjamin Netanyahu ke terowongan dan situs penggalian di bawah Masjid Al-Aqsa yang diberkahi dan Tembok Al-Buraq, disertai pernyataan provokatif, merupakan serangan terang-terangan terhadap identitas dan status Al-Aqsa,” demikian pernyataan Hamas dikutip dari kanal Telegram Hamas.
Hamas menegaskan bahwa kompleks Masjid Al-Aqsa, termasuk halaman, ruang salat, tembok, dan gerbangnya, akan tetap menjadi tempat ibadah Islam.
Kelompok tersebut juga menepis aktivitas penggalian dan upaya yang disebutnya sebagai usaha mengubah identitas kawasan tersebut.
“Masjid Al-Aqsa—secara keseluruhan, termasuk halaman, ruang salat, tembok, dan gerbangnya, akan tetap menjadi masjid Islam secara eksklusif,” kata Hamas.
Kunjungan Netanyahu berlangsung di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat sekitar Israel di kawasan Kota Tua Yerusalem menjelang Yom Kippur.
Netanyahu dan istrinya, Sara, terlihat berada di salah satu terowongan penggalian di bawah kawasan Tembok Barat ketika ritual doa Yahudi berlangsung.
Dalam sebuah video yang diuntukkan Netanyahu, dia menyebutkan bahwa dirinya berada di terowongan dekat Tembok Al-Buraq dan menyebut kawasan tersebut berkaitan erat bersama sejarah bangsa Israel.
“Kami berada di terowongan di Tembok Al-Buraq. Menyentuh batu yang menjadi untukan dari keberadaan kami merupakan sesuatu yang menggerakkan. Kami berada amat dekat bersama tempat yang teramat suci, dan kami akan senantiasa berada di sini,” ujar Netanyahu dalam video tersebut.
Kunjungan tersebut terjadi bersamaan bersama laporan mengenai masuknya ratusan masyarakat sekitar Israel ke halaman kompleks Masjid Al-Aqsa.
Pemerintah Provinsi Yerusalem Palestina menginformasikan sekitar 570 orang telah memasuki halaman Al-Aqsa pada Minggu pagi dan menjalankan ritual keagamaan dalam rangka Yom Kippur.
Kawasan Al-Aqsa merupakan salah satu titik teramat sensitif dalam konflik Israel-Palestina.
Aktivitas di sekitar situs tersebut kerap memicu kecaman dan ketegangan lantaran menyangkut status keagamaan serta klaim yang saling bertentangan atas Yerusalem Timur.
Hamas dalam pernyataannya menegaskan bahwa penggalian, kunjungan, ritual, maupun upaya demi memaksakan narasi tertentu tidak akan mengubah identitas situs tersebut.
