MediaKeadilan.com – Kecerdasan buatan (AI) di lingkungan bisnis mengawali naik kelas. Jika semasih belumnya AI sejumlah digunakan demi menjawab pertanyaan dan mencari informasi, kini teknologi tersebut mengawali diarahkan demi menjalankan pekerjaan operasional secara langsung.
Perubahan ini terlihat dari pengembangan AI agents yang dapat bekerja di dalam alur kerja korporasi. Agen AI dapat memanfaatkan data bisnis, menjalankan tugas sesuai otorisasi, hingga meninggalkan audit trail.
CEO SAP SE, Christian Klein menyebutkan, perkembangan tersebut menandai perubahan besar dalam pemanfaatan AI di dunia bisnis.
“Autonomous Enterprise telah hadir. Melalui Joule dan SAP Autonomous Suite yang dibangun di atas SAP Business AI Platform, kami menolong organisasi bagaikan Novartis, Morgan Foods, Nestlé, dan PwC menghubungkan kecerdasan di seluruh fungsi bisnis demi menghasilkan dampak bisnis yang nyata,” jelasnya.
AI Mulai Kerjakan Tugas Bisnis
Salah satu teknologi yang dikembangkan merupakan Joule Assistants, yang mebarangkalikan AI menjalankan pekerjaan langsung dalam workflow bisnis.
AI dapat digunakan di berbagai fungsi, mengawali dari keuangan, rantai pasok, HR, pengadaan, hingga layanan pelanggan.
Di bidang keuangan, International Trade Assistant disebut mampu mengurangi pekerjaan klasifikasi transaksi hingga 50 persen.
Sementara di pengadaan, AI dapat menolong menemukan peluang penghematan berdasarkan benchmark dan mendukung pengelolaan tenaga kerja kontrak.
Produktivitas Naik 20 Persen
Pemanfaatan AI tersebut juga mengawali menghasilkan dampak yang terukur. Joule Work telah digunakan oleh sekitar 110.000 pegawai di internal SAP. Perusahaan mencatat peningkatan produktivitas 20 persen pada fungsi keuangan, HR, dan pengadaan.
Maschinenfabrik Reinhausen, salah satu pelanggan yang mengikuti program early adopter, juga merasakan perubahan dalam cara pegawai berinteraksi bersama sistem.
“Apa yang semasih belumnya membutuhkan hingga satu jam pekerjaan manual di lingkungan SAP S/4HANA kami kini dapat dilakukan dalam hitungan detik melalui bahasa alami, secara fundamental mengubah cara tim kami berinteraksi bersama data bisnis,” ujar Director of Complexity Management, Maschinenfabrik Reinhausen, Peter Wied, dalam keterangan resminya, Kamis (8/10/2026).
Manusia Tetap Pegang Kendali
Meski mengangkut konsep Autonomous Enterprise, AI tidak langsung diberi kebebasan penuh.
Perusahaan tetap dapat menentukan tingkat otonomi agen AI. Untuk pekerjaan berisiko tinggi, manusia masih dapat dilibatkan semasih belum tindakan dijalankan.
Pendekatan ini juga dilengkapi otorisasi dan audit trail agar aktivitas agen dapat ditelusuri.
Perkembangan tersebut memperlihatkan arah baru pemanfaatan AI di korporasi. AI bukan lagi sekadar tempat bertanya, namun mengawali menjadi untukan dari operasional yang ikut mengerjakan pekerjaan bisnis.
