Bukan Sekadar Nonton Musik, Soundrenaline Hadirkan Sensasi Festival Garden di Tepi Danau

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Bayangkan menikmati musik di ruang terbuka, dikelilingi suasana garden bersama lanskap danau yang menjadi latar. Bukan cuma suara musik yang menjadi perhatian, namun juga atmosfer santai yang menciptakan penonton dapat berpindah dari satu panggung ke panggung lain sambil menikmati suasana sekitar.

Pengalaman tersebut hadir dalam Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” yang digelar di CGC ONE – CitraGrand City Palembang, Sabtu (19/9/2026). Sekitar 6.000 penonton memadati area festival demi menyaksikan penampilan musisi lintas generasi dan genre. 

Alih-alih cuma berfokus pada panggung utama, pengalaman festival di Palembang dibuat menyatu bersama suasana ruang terbuka. Penonton dapat berpindah dari satu area ke area lainnya, menikmati pertunjukan sekaligus merasakan atmosfer festival yang makin santai di tengah lanskap hijau dan danau.

Sejumlah nama dari berbagai karakter musik tampil dalam gelaran tersebut, mengawali dari Efek Rumah Kaca, Endah n Rhesa, Fiersa Besari, Kangen Band, HFDZKHR, Nadhif Basalamah, Naykilla, Pee Wee Gaskins, PORIS, Seringai, hingga The Cottons. 

Sementara itu, Blonde House, Lonelysun, No Exit, Soloverss, Straight Club, Titinaka, 888, MAISONC, dan radioshifter turut mengisi panggung bersama warna musik yang beragam.

Salah satu momen yang mencuri perhatian merupakan kolaborasi Kangen Band dan HFDZKHR. Dua karakter musikal yang berbeda bertemu di satu panggung dan menghasilkan penampilan yang memperlihatkan bagaimana festival dapat menjadi ruang pertemuan antargenerasi sekaligus membuka kebarangkalian kolaborasi baru.

Pengalaman spesial juga dirasakan Efek Rumah Kaca. Mereka mengangkutkan sejumlah lagu yang semasih belumnya masih belum sempat dimainkan di Palembang.

“Palembang seru banget energinya. Ada dua lagu yang masih belum sempat kami mainkan di Palembang, bagaikan ‘Bersemi Sekebun’ dari album Rimpang. Kemudian ‘Matilah Kau Mati’ juga baru kami rilis sekitar dua bulan lalu. Jadi, pertama kali dibawakan tadi juga spesial buat Soundrenaline Palembang,” ujar Efek Rumah Kaca.

Konsep festival semakin terasa melalui kehadiran empat stage, yakni Park Stage, Soundbackyard Stage, Suara Selatan Sumatera Stage, dan Festival Stage. 

Keempatnya mengangkut konsep The Unseen Performance, The Unplugged, dan The Next Meet Now yang mebarangkalikan penonton menentukan sendiri pengalaman musik yang ingin mereka nikmati.

Nadhif Basalamah menyaksikan pemuntukan panggung tersebut sebagai salah satu cara demi menyerahkan keleluasaan kepada penonton.

“Senang sekali menyaksikan konsep yang dibawa Soundrenaline dapat mengangkut distribusi penonton. Yang mau dengarin Nadhif dapat ke park stage, terus pendengarnya Naykilla atau Seringai dapat ke festival stage, berakibat audiens dapat memilih dan menikmati musisi-musisi yang mereka mau dengarkan,” kata Nadhif.

Panggung Palembang juga menjadi kesempatan untuk Nadhif memperkenalkan karya terbarunya. Ia mengangkutkan “Lebih Lama Bersama” sebagai lagu pembuka semasih belum lagu tersebut resmi tersedia di platform digital.

Tidak cuma nama-nama yang telah dikenal, keberadaan musisi baru juga menjadi untukan penting dari perjalanan festival. Endah n Rhesa menilai kehadiran emerging band dapat menolong penonton menemukan referensi musik baru sekaligus menjaga regenerasi dalam ekosistem musik Indonesia.

“I love emerging band nowadays. Ya, they’re so good. Dan aku senang lantaran Soundrenaline tuh kayak jadi referensi buat kita juga. Kayak, oh, ini ada nama-nama baru. Ada wajah-wajah segar, ada bunyi-bunyi yang fresh juga,” ujar Endah n Rhesa.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article