Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Menjadi entrepreneur tidak cukup cuma bersama punya ide bisnis. Produk yang menarik di atas kertas tetap wajib diuji ketika berhadapan bersama konsumen sesungguhnya.

Karena itu, pengalaman terjun langsung ke pasar menjadi untukan penting dalam pembelajaran kewirausahaan.

Mahasiswa tidak cuma dituntut dapat menciptakan produk, namun juga belajar membaca kebutuhan konsumen, menyambut baik kritik, memperbaiki produk, hingga memikirkan bagaimana sebuah bisnis dapat terus berkembang.

Pendekatan tersebut diterapkan dalam Local Brand Festival (LBFest) 2026 yang digelar pada 2–4 Oktober 2026 di Supermal Karawaci, Tangerang. Memasuki tahun ketujuh penyelenggaraannya, festival ini diikuti 82 tenant yang merupakan bisnis karya kalangan akademisi dan alumni Business Creation BINUS Business School.

Alih-alih sekadar menjadi tempat memamerkan dan menjual produk, LBFest dirancang sebagai ruang belajar yang mempertemukan kalangan akademisi bersama konsumen secara langsung.

Di sana, kalangan akademisi dapat menguji produk sekaligus menyaksikan respons pasar terhadap bisnis yang mereka bangun. Respons tersebut menjadi bahan demi mengevaluasi apakah produk yang dibuat telah sesuai bersama kebutuhan konsumen atau masih perlu dikembangkan.

“LBFest kami hadirkan sebagai ruang untuk kalangan akademisi demi mengeksplorasi kreativitas sekaligus mengangkut produk mereka bertemu langsung bersama masyarakat sekitar. Di sini mereka dapat menyaksikan apakah produk yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pasar, menyambut baik masukan dari konsumen, sekaligus belajar membangun bisnis dalam situasi yang sesungguhnya,” ujar Head of Business Creation Program, Dr. Yunita Wijaya Handranata, B.Eng., M.M., CERA.

Menurut Yunita, proses tersebut menyerahkan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran kewirausahaan di dalam kelas. Mahasiswa juga belajar mengenai pemasaran, pelayanan konsumen, evaluasi produk, serta membangun jejaring yang diperlukan demi mengembangkan bisnis.

Dari Ide Menjadi Bisnis yang Diuji

Dalam proses pendidikan kewirausahaan, menciptakan produk cumalah satu tahap. Tantangan berikutnya merupakan membuktikan apakah produk tersebut memang memiliki tempat di pasar.

Melalui LBFest, kalangan akademisi Business Creation yang terlibat memperoleh kesempatan demi menjalani proses tersebut secara langsung. Mereka mengangkut bisnis yang dikembangkan selama menjadi kalangan akademisi ke ruang publik dan berinteraksi bersama calon konsumen.

Dengan begitu, masukan yang diterima tidak cuma berasal dari dosen atau lingkungan kampus. Mahasiswa dapat menyaksikan langsung bagaimana konsumen merespons produk, apa yang mereka tanyakan, hingga pertimbangan mereka semasih belum membeli.

Pengalaman semacam ini juga dapat menolong kalangan akademisi memahami bahwa membangun brand membutuhkan proses panjang. Mulai dari menentukan produk, mengenalkannya kepada konsumen, menyerahkan pelayanan, sampai menjaga agar konsumen mau kembali.

Direktur Kampus BINUS @Alam Sutera, Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., menyebutkan pendekatan tersebut sejalan bersama upaya kampus mendorong kalangan akademisi mengubah kreativitas menjadi sesuatu yang memiliki nilai nyata.

“Melalui LBFest, kalangan akademisi tidak cuma menciptakan produk dan membangun brand, namun juga belajar langsung dari konsumen, memahami pasar, serta mengembangkan bisnis agar dapat terus bertumbuh dan menyerahkan dampak untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article