MediaKeadilan.com – Skuad bulu tangkis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses mengawinkan gelar juara perorangan dan beregu pada ajang Campus League Badminton 2026 The Nationals.
Berlaga di GOR Bandung, Jumat (25/9), skuad kalangan akademisi UNS wajib melewati pertandingan ketat demi mengalahkan Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta.
Kemenangan dramatis tersebut ditentukan melalui pertandingan rubber set bersama skor akhir 55-46, 52-55, dan 55-47.
UNS Bangkit di Set Pertama
Tensi partai final telah terasa sejak set pertama ketika BINUS sempat unggul 22-11 melalui penampilan Jovan Sammy Sukardi dan Aura Ihza Aulia.
Namun, ganda putra UNS, Adna Farrell Nugroho dan Muhammad Khalil M. Abdullah, mampu membalikkan keadaan. Mereka mengangkut UNS berbalik unggul dan mengamankan set pertama bersama skor 55-46.
Memasuki set kedua, BINUS tidak menyerah dan memaksa pertandingan berlanjut ke set penentu setelah ganda campuran mereka bermain agresif demi mengunci kemenangan 55-52.
Babak penentuan menjadi ujian untuk kedua tim. Tunggal putra UNS, Dimas Satriya Abimanyu, membuka set ketiga bersama menundukkan Jovan Sammy lewat skor tipis 11-10.
UNS lalu sempat kembali tertinggal setelah tunggal putri BINUS meraih kemenangan. Adna dan Khalil kembali berkontribusi bersama membalikkan kedudukan dari 31-31 menjadi 33-31.
Momentum tersebut dilanjutkan ganda putri Lintang Ari Rahmawati dan Maghfiro Ah Aristi yang memperlebar keunggulan UNS menjadi 44-38.
Partai pamungkas akhirnya ditutup bersama kemenangan 55-47 oleh ganda campuran Adna dan Tanaya Yafiyah Darojat yang mampu meredam perlawanan BINUS.
Pemain ganda putri UNS, Maghfiro Ah Aristi, mengakui tensi tinggi pada set penentu sempat menciptakan rekan-rekan setimnya gugup.
“Takut, gugup, jadi satu seluruh, tentu ada rasa kurang percaya diri juga, namun kami sebagai satu tim saling menyemangati dan meyakinkan diri sendiri demi bermain on point,” ungkap Aristi.
Instruksi Pelatih Jadi Kunci
Ketenangan skuad asal Surakarta tersebut tidak lepas dari arahan pelatih Oktavia Wahyu Kinanti. Ia mengimbau anak asuhnya tidak terlalu terbebani target juara.
