Duaaarrr! Ranjau Bom Selat Hormuz Meledak Membakar 4 Tanker

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ledakan ranjau kembali melumpuhkan empat kapal tanker minyak yang nekat menerobos jalur terlarang Selat Hormuz. Insiden ini terjadi cuma sehari setelah militer Amerika Serikat mengklaim telah membersihkan perairan strategis tersebut dari ancaman ranjau.

Tiga kapal tanker dilaporkan terbakar hebat di koridor selatan setelah mengabaikan peringatan keamanan kawasan. Sementara itu, satu tanker lain merasakan nasib serupa di sisi timur Selat Hormuz akibat beroperasi di wilayah berbahaya.

Pasukan Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa tiga kapal pertama sengaja mematikan sistem navigasi radar mereka secara penuh. Langkah tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat terhadap prosedur keselamatan pelayaran yang berlaku.

“Selama 24 jam terakhir, tiga kapal tanker minyak yang melanggar aturan meledak dan terbakar setelah menghantam ranjau saat berupaya melintasi jalur selatan Selat Hormuz yang tidak diizinkan,” ungkap Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan resminya.

Militer Iran mendeteksi insiden keempat terjadi di area terbatas yang memiliki tingkat risiko navigasi amat tinggi. Namun, identitas bendera negara dan waktu tentu dari seluruh peristiwa tersebut masih belum dipublikasikan.

Satu kapal tanker yang melintas sekitar 25 mil laut timur laut Khasab, Oman, turut dilaporkan terbakar oleh badan maritim Inggris UKMTO. Sebuah perahu kecil mendekati lambung kapal dan menempelkan dua bahan peledak di atas garis air.

“Ledakan berikutnya mengakibatkan kebakaran di ruang mesin yang melumpuhkan kapal demi sementara,” jelas laporan UKMTO terkait kronologi ledakan.

Kobaran api di ruang mesin sukses dipadamkan sejumlah jam lalu tanpa memakan pihak korban jiwa dari pihak kru. Di lokasi berbeda, sebuah kapal dhow tenggelam serta satu tanker lain dihantam proyektil misterius.

Pihak Garda Revolusi Iran secara terbuka menentang klaim pembersihan jalur pelayaran yang disampaikan oleh Komando Sentral AS. Juru bicara militer Iran menantang balik pernyataan tersebut agar dibuktikan lewat data independen di lapangan.

“Buktikan klaim pembersihan ranjau Hormuz Anda bersama bukti independen, bukan pernyataan!” tulis juru bicara IRGC, Hossein Mohebi, melalui akun X miliknya.

Garda Revolusi mengingatkan para pemilik kapal agar tidak terbuai oleh propaganda keselamatan yang disebarkan pihak militer Amerika Serikat. Koridor selatan di dekat pantai Oman tetap dikategorikan sebagai jalur terlarang yang dipenuhi ranjau mematikan.

“Rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz telah dipasangi ranjau; pemilik kapal dan awak kapal bertanggung jawab atas pelayaran melalui rute-rute tersebut dan sebaiknya tidak memedulikan delusi CENTCOM di media sosial,” tegas pihak Garda Revolusi Iran.

Di tengah ketegangan perairan yang makin memuncak, unit peperangan elektronik Iran juga mengklaim telah mengamankan pesawat nirawak militer milik AS. Drone intai jenis MQM-170 tersebut sukses dicegat saat beroperasi di sebelah barat Selat Hormuz.

“Angkatan Laut IRGC mengumumkan bahwa unit peperangan elektroniknya telah sukses menangkap sebuah pesawat nirawak (drone) MQM-170 milik AS dalam sebuah operasi ofensif di untukan barat Selat Hormuz,” demikian bunyi pernyataan resmi IRGC.

Latar belakang pengetatan navigasi ini bermula sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu yang memicu pembatasan lalu lintas kapal oleh Iran. Langkah ini berdampak signifikan mengingat Selat Hormuz mengalirkan seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Sebagai bentuk respons, Amerika Serikat menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan mengawal jalur tanker. CENTCOM mengklaim telah menolong negara-negara Teluk mengeskpor 1,5 miliar barel minyak melewati Selat Hormuz sejak musim panas.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article