Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Penerapan ekonomi sirkular dapat dimengawali dari lingkungan rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengolah sampah. Sampah organik yang selama ini dibuang bersama limbah lainnya berpotensi diolah menjadi kompos berakibat memiliki manfaat kembali untuk lingkungan.

Ekonomi Sirkular tersebut dilakukan melalui program pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekitar di RW 06, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Program ini melibatkan masyarakat sekitar di RT 02, RT 03, RT 06, dan RT 11 melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik.

Selain menyerahkan edukasi kepada masyarakat sekitar, program ini juga menyasar kalangan anak dan anggota Karang Taruna. Sesejumlah 50 peserta menjadi target dalam kegiatan pelatihan pengelolaan sampah tersebut.

Untuk mendukung kegiatan di tingkat lingkungan, sejumlah sarana pengolahan sampah turut disediakan. Fasilitas tersebut meliputi tujuh unit komposter berkapasitas 200 liter, 11 tempat sampah berwarna biru berkapasitas 60 liter, serta lima tempat sampah berkapasitas 120 liter.

Tersedia pula satu unit mesin pengayak kompos rotary bersama kapasitas pengolahan 100 hingga 150 kilogram per jam.

Melalui fasilitas dan edukasi tersebut, sampah organik diharapkan dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik dapat dipilah sesuai jenisnya. Pemilahan sejak dari rumah juga diharapkan mengurangi jumlah sampah yang wajib dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo atau Satyo, menyebutkan program tersebut menjadi untukan dari upaya korporasi demi menyerahkan kontribusi kepada masyarakat sekitar sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan.

“Kamis menginginkan kehadiran BRI Finance dapat menyerahkan manfaat nyata, khususnya dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang makin baik. Kami percaya, langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat mengangkut dampak positif dan berkelanjutan,” ujar Satyo di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Satyo mengimbuhkan, pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dukungan sarana yang memadai untuk petugas dan masyarakat sekitar.

“Kami memahami bahwa pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dukungan sarana yang memadai untuk petugas dan masyarakat sekitar. Karena itu, bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses pengelolaan sampah sekaligus mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” lanjutnya.

Program tersebut akan dipantau dan dievaluasi hingga September 2027. Hasil evaluasi nantinya menjadi bahan pertimbangan demi memperluas pelaksanaan program ke RT lainnya.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article