Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Sarwendah Tan secara tegas membantah tuduhan yang menyebut dirinya membatasi akses komunikasi dan pertemuan antara Ruben Onsu bersama buah hati mereka.

Pernyataan menohok ini disampaikan langsung melalui unggahan video di akun Instagram resminya guna meluruskan opini publik yang kian menyudutkan.

Langkah terbuka ini diambil mantan personel Cherrybelle tersebut lantaran menganggap sikap diamnya selama ini justru dimanfaatkan pihak lawan demi membangun opini tidak benar.

Proses hukum perebutan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pun kini memasuki babak baru yang kian memanas.

“Saya bikin video ini lantaran saya pikir diam merupakan pilihan yang terbaik. Tapi, diam saya malah dipakai demi menciptakan narasi-narasi yang tidak benar,” ujar Sarwendah.

Ibunda kalangan anak Ruben ini menekankan bahwa pintu silaturahmi senantiasa terbuka lebar selama terdapat komunikasi yang jelas terkait jadwal serta lokasi pertemuan.

Ia mengonfirmasi siap memfasilitasi setiap momen kebersamaan sang mantan suami bersama kalangan anak tanpa ada niat menghalangi.

“Dari awal saya telah bilang, saya tidak sempat melarang demi ketemu kalangan anak. Kasih tahu sama saya, koordinasi sama saya, di mana, jam berapa, saya bawa kalangan anak buat ketemu ayahnya,” katanya.

Tudingan mengenai upaya doktrinasi atau pembentukan persepsi negatif pada kalangan anak juga disanggah secara langsung oleh Sarwendah.

Guna membuktikan kebenarannya, ia bahkan menantang pihak pengacara mantan suaminya demi menghadirkan tim ahli kesehatan jiwa independen.

“Silakan kalian tunjuk sendiri psikolog yang berkompeten buat langsung ketemu kalangan anak, ngobrol sama kalangan anak, biar kalian juga tahu, apakah saya sempat memengaruhi kalangan anak atau tidak,” ucapnya.

Sarwendah menilai ada upaya penggiringan opini lewat potongan rekaman video saat dirinya emosi yang disebarkan tanpa kejelasan latar belakang peristiwa.

Klarifikasi serta bukti pendukung yang telah diserahkannya pun diklaim tidak sempat dipublikasikan kembali demi memulihkan nama baiknya.

“Anda sempat memperlihatkan video saya marah, potongannya ditunjukkan, tapi konteksnya tidak. Setelah konteksnya saya berikan bukti, apakah Anda meluruskan persepsi yang telah telanjur terbentuk tentang saya? Tidak,” tuturnya.

Ketegangan di ruang mediasi juga menjadi sorotan setelah muncul tuduhan bahwa Sarwendah meluapkan kekesalan tanpa alasan yang mendasar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article