MediaKeadilan.com – Platform edit video asal China, Capcut mengumumkan bila jumlah penggunanya kini menjangkau makin dari 660 juta di makin dari 170 pasar.
Tak cuma itu, aplikasi Capcut juga telah tersedia dalam 30 bahasa termasuk di Asia Tenggara, Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Timur Tengah, dan berbagai wilayah lainnya.
“Sejak diluncurkan pada 2020, CapCut telah berkembang menjadi platform penyuntingan terpadu tempat lahirnya berbagai ide kreatif, baik dari kreator yang melahirkan tren dan menginspirasi jutaan orang lain maupun sineas yang menciptakan karya baru dari awal,” kata Xiaoqi Fu selaku Global Head of CapCut, Selasa (8/9/2026).
Proses kreatif yang interaktif dan terus disempurnakan telah lama menjadi salah satu pilar komunitas CapCut. Kini, makin dari 6 juta kreator templat menjadi penggerak momentum tersebut bersama menerbitkan makin dari 400.000 templat baru setiap harinya.
Dengan makin dari 85 fitur AI yang tersedia di dalam aplikasi, CapCut telah menolong komunitas menghasilkan makin dari 6 miliar kreasi orisinal mengawali dari gambar, klip video, hingga efek di sepanjang tahun 2026.
Berbagai fitur tersebut dirancang agar mudah digunakan dan sesuai bersama kebutuhan beragam kreator. Sehingga seluruh proses berkarya dari awal hingga akhir, dapat dilakukan bersama makin praktis dan efisien dalam satu aplikasi.
Lewat AI Lab misalnya, kreator dapat mengembangkan ide awal bersama menerangkan visi mereka langsung di aplikasi CapCut. Ide tersebut lalu dapat dikembangkan makin lanjut melalui Infinite Canvas demi merangkai cerita, membangun karakter, serta bereksperimen bersama berbagai pengambilan gambar dan adegan.
Ketika seluruh elemen siap disatukan, cerita beserta aset dan konteks kreatifnya dapat langsung diteruskan ke editor multitrack CapCut. Di sana, fitur penyuntingan berbasis AI, Edit Pilot, akan mendampingi kreator mewujudkan visi mereka bersama menerapkan alat yang tepat di setiap tahap proses kreatif.
CapCut juga menerapkan berbagai langkah transparansi, bagaikan tanda air tak kasatmata (invisible watermarks) dan Kredensial Konten dari C2PA, agar kreator dapat makin mudah berkreasi secara bertanggung jawab.
Selain itu, makin dari 7 juta kreator memanfaatkan fitur AI di CapCut setiap hari, termasuk para sineas profesional yang berfokus menciptakan karya memakai AI.
CapCut turut mengutamakan integrasi berbagai model AI canggih ke dalam aplikasi bagaikan Dreamina Seedance demi video, Dola Seedream demi gambar, dan Seed Audio demi audio, berakibat kreator dapat memakai teknologi generatif terkini langsung di CapCut.
Berbagai model tersebut mendukung hadirnya fitur kreasi yang makin canggih bagaikan Video Studio, fitur pengeditan interaktif milik Seedance yang mebarangkalikan kreator menentukan untukan spesifik yang ingin disesuaikan, baik berdasarkan marka waktu (timestamp), karakter, maupun elemen visual.
Kemudahan serupa juga hadir demi gambar melalui Design Studio. Melalui fitur penyuntingan interaktif dari Seedream ini, kreator cukup menyerahkan arahan visual—bagaikan menggambar panah atau melingkari area tertentu—demi menyempurnakan hasil akhir.
Setiap elemen juga dapat dipisahkan menjadi sejumlah layer yang dapat digeser dan diubah ukurannya. Seluruh kemampuan ini menyatukan proses kreasi video, gambar, desain, dan pemanfaatan AI dalam satu platform yang tersedia di perangkat seluler, desktop, web, dan tablet.
Dengan capaian tersebut, korporasi memperkenalkan CapCut World, rangkaian acara komunitas perdana di Asia Tenggara, Amerika Serikat, dan Eropa demi mengapresiasi dan memberdayakan para kreator.
Pada gelaran perdana CapCut World demi Asia Tenggara di Singapura akhir pekan lalu, CapCut mempertemukan makin dari 300 kreator, pemimpin industri, dan anggota tim CapCut demi beruntuk kisah inspiratif dari para kreator, bertukar tips seputar proses kreatif, serta mengenal makin lanjut berbagai fitur favorit.
CapCut World Singapore menjadi pembuka rangkaian perayaan global untuk para kreator. Setelah Singapura, CapCut World juga akan menyambangi Los Angeles dan London pada akhir pada tahun ini.
“Berangkat dari fondasi tersebut, CapCut terus menyatukan makin sejumlah tahapan dalam proses kreatif, mengawali dari penyuntingan dan desain hingga berbagai fitur baru, bersama tetap mengonfirmasi kendali atas setiap keputusan kreatif berada di tangan pengguna,” jelasnya.
