Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah: 40 Wilayah Malaysia Berstatus Tidak Sehat

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kondisi kabut asap akibat kebakaran lahan (karhutla) Kalimantan di kawasan Lembah Klang, Malaysia, semakin memburuk.

Seluruh wilayah yang masuk dalam pemantauan kualitas udara tercatat berada dalam kategori tidak sehat.

Menurut laporan Kosmo, berdasarkan data Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara (APIMS), sembilan wilayah di Lembah Klang mencatat Indeks Pencemaran Udara (IPU) di atas 100 hingga pukul 21.00 waktu setempat.

Johan Setia, Selangor, menjadi wilayah bersama angka pencemaran tertinggi di kawasan tersebut. Nilai IPU di daerah itu mencapai 190, mendekati batas atas kategori tidak sehat.

Sejumlah wilayah lainnya juga mencatat angka tinggi. Cheras, Kuala Lumpur berada di angka 180, Shah Alam 174, Putrajaya 175, Batu Muda 172, Klang 169, Petaling Jaya 168, Kuala Selangor 166, dan Banting 165.

Kondisi tersebut menciptakan Lembah Klang tetap menjadi salah satu kawasan yang terdampak kualitas udara buruk di Malaysia.

Peningkatan nilai IPU memperlihatkan konsentrasi pencemar udara masih berada pada tingkat yang perlu diwaspadai.

40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak

Tidak cuma Lembah Klang, kualitas udara buruk juga meluas ke berbagai wilayah di Semenanjung Malaysia.

Secara keseluruhan, 40 wilayah yang masuk dalam pemantauan tercatat berada dalam kategori tidak sehat.

Nilai IPU tinggi antara lain tercatat di Nilai, Negeri Sembilan, bersama angka 178, disusul Seremban 173 dan Tangkak, Johor, sebesar 170.

Tanjung Malim, Perak, mencatat angka 168, sementara Jerantut, Pahang, berada di 168 dan Temerloh mencapai 166.

Sejumlah wilayah lainnya juga berada dalam kategori tidak sehat, termasuk Indera Mahkota di Kuantan, Melaka, Seri Manjung, Alor Gajah, Pasir Gudang dan Kuala Terengganu.

Serian di Sarawak Capai IPU 160

Kondisi serupa juga terpantau di Sarawak. Namun, dari wilayah yang masuk dalam daftar pemantauan, cuma Serian yang tercatat berada dalam kategori tidak sehat bersama IPU 160.

Dalam sistem penilaian kualitas udara Malaysia, IPU 101–200 dikategorikan tidak sehat, sementara itu angka 51–100 berada dalam kategori sedang.

Data tersebut memperlihatkan kabut asap masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Malaysia.

Kondisi kualitas udara dapat berubah seiring perkembangan cuaca, arah angin, dan sumber pencemaran yang memengaruhi konsentrasi polutan di udara.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article