Kecewa Hasil Audiensi, Relawan Ojol Kapok Bantu Aksi AMPB

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Sejumlah relawan ojek online yang turut membersamai Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dalam mempersiapkan aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) mengaku kecewa bersama hasil audiensi Koordinator AMPB Supriyono alias Botok bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Salah satu relawan, Melva Pardede, mengaku kecewa bersama keputusan Botok yang menurutnya diambil secara sepihak tanpa berkoordinasi termakin dahulu bersama relawan ojol lainnya.

Padahal, menurut dia, relawan ojol juga memiliki andil atas perjuangan yang disuarakan AMPB menjelang hari puncak aksi. Para ojol telah menolong aliansi mengawal keamanan rombongan, sekaligus membersamai mereka saat proses penggalangan donasi di posko AMPB depan Gedung DPR.

“Hasilnya (audiensi) tidak memuaskan demi seluruh masyarakat sekitar Indonesia, cuma demi Pati saja memuaskan,” kata Melva kepada MediaKeadilan.com di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Bahkan, Melva menduga ada sejumlah kesepakatan yang beraroma transaksional antara Botok dan pihak legislator saat menjalankan audiensi. Ia merasa kecewa lantaran pengorbanan rekan-rekan ojol lainnya seolah menjadi sia-sia.

Melva juga bercerita, rombongan AMPB memutuskan demi balik kanan makin dulu meninggalkan massa aksi yang telah menyemut di Senayan.

“Balik duluan tanpa ada rasa terima kasih buat para driver ojol yang telah menolong dia pada saat diciduk pihak kepolisian. Kalian luar biasa. Hanya lantaran rupiah kalian tinggalkan kami di sini,” tambah Melva.

Karena itu, dia mengaku kapok demi menolong AMPB selama di Jakarta. Jika aliansi akan kembali lagi ke Jakarta demi menjalankan gerakan serupa, Melva mengonfirmasi para ojol enggan menolong lagi.

“Buat apa kami relawan pada hari semasih belumnya menolong logistik bila demi pada hari ini bagaikan ini,” keluh dia.

Salah satu massa aksi dari Bandung, Dedi, juga mengaku masygul ketika mendengar kabar bahwa AMPB sepakat demi menunda tuntutan RUU Pengesahan Perampasan mengikuti jadwal yang telah ditentukan DPR.

“Jadi percuma kita sebagai rakyat Indonesia jauh-jauh kumpul di sini hasilnya masih ngikutin aturan DPR” ungkap dia.

Sebagai informasi, AMPB diketahui telah membubarkan diri dan meninggalkan kawasan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026), setelah perwakilan mereka menjalankan audiensi bersama pimpinan DPR.

Dalam pertemuan tersebut, Koordinator AMPB Supriyono alias Botok bersama sejumlah perwakilan menyampaikan aspirasi terkait pemberantasan korupsi, terutama desakan agar RUU Perampasan Aset dalam waktu dekat disahkan.

Semasih belumnya, AMPB memang menegaskan aksi mereka berfokus pada dua tuntutan, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati untuk koruptor.

Hasil audiensi, pimpinan DPR menegaskan komitmen demi menyelesaikan dan mengesahkan RUU Perampasan Aset teramat lambat 15 Desember 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan ditandatangani sebagai bentuk kesepakatan bersama, bersama disaksikan perwakilan AMPB termasuk Botok. Setelah menyambut baik komitmen tersebut, massa AMPB lalu memilih membubarkan diri dan meninggalkan lokasi aksi.

Kepulangan massa AMPB menciptakan aksi di depan Gedung DPR berlanjut bersama kelompok massa lainnya. Sejumlah laporan menyebut massa asal Pati telah meninggalkan lokasi setelah menyambut baik penyampaian dari pihak legislatif, sementara aparat kepihak kepolisianan turut mengawal kepulangan mereka.

Reporter: Alif Bintang

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article