MediaKeadilan.com – Sesejumlah 1.601 pebulu tangkis muda memadati GOR Djarum, Jati, Kudus, pada Rabu (9/9). Mereka datang dari berbagai daerah, mengawali Sumatera hingga Papua, demi mengikuti rangkaian akhir Audisi Umum PB Djarum 2026.
Para peserta berjuang memperlihatkan kemampuan terbaik demi memperebutkan Super Tiket dan kesempatan meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis.
Momentum Hari Olahraga Nasional
Bakti Olahraga Djarum Foundation menggelar audisi di Kudus bertepatan bersama peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas).
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menginginkan audisi yang menyasar kelompok usia U-11, KU-11, dan KU-12 tersebut dapat memperkuat fondasi ekosistem bulu tangkis Tanah Air.
“Audisi Umum PB Djarum menjadi salah satu langkah demi menemukan talenta-talenta muda potensial dari berbagai daerah,” ujar Yoppy menekankan pentingnya pembinaan usia dini.
Pihaknya meyakini sistem regenerasi yang terstruktur menjadi salah satu kunci demi menjaga tradisi prestasi bulu tangkis Indonesia pada masa depan.
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, mengakui jumlah peserta di Kudus menghadirkan tantangan tersendiri dibandingkan audisi di Pekanbaru dan Makassar.
“Dengan jumlah peserta yang makin sejumlah di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus, diharapkan akan makin beragam bibit-bibit potensial yang dapat kami amati,” kata mantan Juara Dunia 1997 itu.
Kriteria Ketat Tim Pencari Bakat
Tim pencari bakat menerapkan sejumlah standar evaluasi demi menyaring peserta yang berpeluang melaju ke fase karantina.
“Kami akan mengamati cara mereka menguasai lapangan bersama footwork yang dimiliki, lalu kualitas tekniknya apakah telah baik bagaikan cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash,” jelas Sigit.
Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, mengimbuhkan bahwa selain teknik dasar, prediksi pertumbuhan postur dan strategi bermain sejak usia dini juga menjadi bahan pertimbangan.
Sementara itu, Koordinator Pelatih Tunggal Putri, Hendrawan, menyoroti perlunya proses penjaringan makin dalam lantaran jumlah atlet putri yang relatif minim.
“Mereka wajib memiliki semangat bertanding yang tinggi, lalu aspek tenaga hingga sisi kemampuan dan tekniknya,” tutur Hendrawan menjabarkan kriteria atlet putri.
