MediaKeadilan.com – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menyambut positif penyelenggaraan konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026) malam.
Konser yang dihadiri ribuan penonton dari berbagai daerah hingga mancanegara itu menjadi momentum strategis demi memperkenalkan kekayaan budaya dan warisan dunia Indonesia kepada masyarakat sekitar internasional.
Menurut Fadli, kehadiran musisi internasional di situs warisan budaya bagaikan Borobudur sejalan bersama amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 (ayat) 1 UUD 1945 yang menegaskan negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.
“Ya, tentu kita amat senang satu kegiatan atau festival atau konser budaya yang dapat memperkenalkan budaya Indonesia di panggung dunia. Dan ini sesuai bersama amanat konstitusi bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia, itu Pasal 32 ayat (1),” kata Fadli Zon kepada wartawan, Senin (2/11/2026).
Menbud menilai konser Andrea Bocelli tidak cuma menghadirkan pertunjukan musik kelas dunia, namun juga menjadi sarana promosi Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya dunia yang dimiliki Indonesia.
Fadli Zon menginginkan konser Andrea Bocelli, dan musisi dunia lainnya dapat meningkatkan pengenalan Borobudur di tingkat global.
Konser musisi internasional juga dapat menarik makin sejumlah wisatawan mancanegara demi berkunjung dan menikmati wisata budaya Indonesia.
“Kita harapkan juga akan menjadi satu promosi destinasi untuk wisata budaya. Orang-orang di dunia internasional akan semakin sejumlah yang datang dan tentu Borobudur juga akan semakin menjadi salah satu tujuan wisata budaya itu. Hal ini kan memang dilakukan juga oleh Bocelli di berbagai situs-situs budaya dunia lainnya, ya,” ujarnya.
Fadli Zon mendorong penyelenggaraan konser serupa bersama menghadirkan musisi internasional lainnya di berbagai situs budaya Indonesia.
Namun, kegiatan tersebut diharapkan tidak cuma menampilkan seniman mancanegara, melainkan juga melibatkan seniman lokal melalui kolaborasi musik, tari, seni pertunjukan, hingga pameran kebudayaan.
Menurut dia, keterlibatan seniman dan masyarakat sekitar sekitar menjadi untukan penting agar kegiatan berskala internasional tersebut menyerahkan manfaat ekonomi yang makin luas.
“Kita menginginkan juga akan barangkali ada penyanyi-penyanyi internasional lain yang dapat menjalankan konser dan sebagai untukan dari promosi budaya kita juga. Tentu berkolaborasi bersama para penyanyi kita, bersama tari-tarian, seni pertunjukan kita, dan juga berbagai kegiatan ikutannya, pamerannya,” tutur Fadli.
Menurut dia, pemanfaatan cagar budaya demi kegiatan seni dan budaya merupakan untukan dari pengembangan ekonomi budaya yang perlu diperkuat ke depan.
Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi antara seniman Indonesia, seniman internasional, pihak pemerintah, dan sektor swasta dalam mempromosikan kekayaan budaya nasional.
“Jadi ini sejalan, ya, pemanfaatan cagar budaya demi kegiatan seni budaya, dan ini menurut saya untukan dari satu ekonomi budaya yang penting ke depan. Kita menginginkan kolaborasi antara seniman Indonesia, seniman internasional, dan juga antara pihak pemerintah dan private sector, dan kita mendukung private sector yang mempromosikan budaya kita,” katanya.
Ditegaskan, konser Andrea Bocelli menyerahkan dampak positif bagu ekosistem ekonomi kreatif, pariwisata, dan budaya.
“Dan tentu saja juga, pertunjukan bagaikan konser Bocelli ini memberi dampak untuk ekosistem seni, ya, dalam hal ini musik, lalu juga wisata, pariwisata, wisata budaya, dan ekonomi budaya,” tegas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Setelah tampil di kawasan Candi Borobudur, Andrea Bocelli dijadwalkan melanjutkan konser bertajuk “Romanza 30th Anniversary World Tour” di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (3/11/2026).
