Mengenal Perbedaan Simetri Lipat dan Simetri Putar, Lengkap dengan Contohnya

admin
By admin
3 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Simetri menjadi salah satu materi Matematika yang berkaitan bersama keseimbangan dan keteraturan suatu bentuk.

Konsep ini sebenarnya cukup mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada bentuk kupu-kupu, pola batik, bangunan, hingga berbagai benda di sekitar kita.

Dalam pelajaran geometri, ada sejumlah jenis simetri yang perlu dipahami, termasuk simetri lipat dan simetri putar.

Keduanya sama-sama memperlihatkan adanya kesamaan pada untukan atau posisi suatu bangun, namun cara menentukannya berbeda.

Simetri lipat berkaitan bersama kemampuan bangun demi dilipat hingga untukan-untukannya saling menutupi bersama tepat.

Sementara itu, simetri putar berkaitan bersama kemampuan suatu bangun demi diputar hingga kembali menempati posisi yang sama bagaikan semasih belumnya.

Berikut penjelasan tentang pengertian serta perbedaan antara simetri lipat dan simetri putar, lengkap bersama contoh bangun datar yang memiliki kedua jenis simetri tersebut.

Apa Itu Simetri Lipat?

Simetri lipat merupakan kondisi ketika sebuah bangun datar dapat dilipat pada suatu garis berakibat dua untukan yang terbentuk saling menutupi bersama tepat. Garis yang menjadi tempat lipatan tersebut disebut sumbu simetri.

Untuk mengetahui apakah sebuah bangun memiliki simetri lipat, bayangkan bangun tersebut dilipat menjadi dua untukan. Jika kedua untukan dapat bertemu dan menutupi satu sama lain secara tepat, bangun tersebut memiliki simetri lipat.

Jumlah cara bangun dapat dilipat hingga kedua untukannya saling menutupi memperlihatkan jumlah simetri lipatnya. Artinya, apabila sebuah bangun dapat dilipat bersama tepat pada empat arah berbeda, bangun tersebut memiliki empat simetri lipat.

Contoh Simetri Lipat

Beberapa contoh bangun datar dan jumlah simetri lipatnya merupakan sebagai berikut:

Apa Itu Simetri Putar?

Simetri putar merupakan kondisi ketika sebuah bangun datar dapat diputar berakibat pada posisi tertentu bentuknya kembali terlihat sama bagaikan posisi awal. Penghitungan simetri putar dilakukan dalam satu putaran penuh, yakni 360 derajat.

Cara sederhananya merupakan menentukan titik pusat bangun, lalu membayangkan bangun tersebut diputar. Jika semasih belum mencapai 360 derajat bangun kembali menempati posisi yang sama bagaikan bentuk awal, berarti bangun tersebut memiliki simetri putar.

Jumlah posisi ketika bangun dapat kembali terlihat sama dalam satu putaran memperlihatkan sejumlahnya simetri putar. Misalnya, persegi dapat kembali menempati posisi yang sama pada putaran 90, 180, 270, dan 360 derajat berakibat memiliki 4 simetri putar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article