MediaKeadilan.com – Efek rumah kaca merupakan proses alami yang menolong menjaga Bumi tetap memiliki suhu yang mendukung kehidupan, namun proses ini dapat berubah menjadi masalah ketika konsentrasi gas rumah kaca meningkat secara bermakinan.
Peningkatan gas rumah kaca menciptakan semakin sejumlah panas yang tertahan di atmosfer berakibat suhu rata-rata permukaan Bumi perlahan merasakan kenaikan.
Peningkatan gas rumah kaca ini berkaitan erat bersama pemanasan global yang terjadi akibat perubahan keseimbangan energi antara panas yang masuk ke Bumi dan energi yang dilepaskan kembali ke luar angkasa.
Untuk memahami mengapa suhu Bumi terus meningkat, penting mengetahui bagaimana efek rumah kaca bekerja dan bagaimana aktivitas manusia memperkuat proses alami tersebut.
Apa Itu Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global
Efek rumah kaca merupakan mekanisme alami di atmosfer yang menciptakan seuntukan panas dari radiasi Matahari tetap berada di sekitar permukaan Bumi berakibat planet ini tidak menjadi terlalu dingin demi mendukung kehidupan.
Proses tersebut melibatkan sejumlah gas di atmosfer yang dikenal sebagai gas rumah kaca, antara lain karbon dioksida atau CO, metana atau CH, dinitrogen oksida atau NO, serta uap air.
Gas-gas tersebut sebenarnya dibutuhkan dalam jumlah tertentu lantaran berperan mempertahankan panas di atmosfer, namun peningkatan konsentrasinya akibat aktivitas manusia dapat memperkuat efek rumah kaca alami.
Pemanasan global lalu mengacu pada peningkatan suhu rata-rata Bumi yang berkaitan bersama bertambahnya panas yang tertahan di sistem iklim akibat peningkatan konsentrasi gas rumah kaca.
Karbon dioksida menjadi salah satu gas yang sejumlah dilepaskan melalui aktivitas manusia, termasuk pembakaran bahan bakar fosil, pembukaan lahan, dan deforestasi, sementara gas rumah kaca lain juga dapat menyerahkan pengaruh besar terhadap pemanasan.
Dengan demikian, efek rumah kaca dan pemanasan global bukan dua istilah yang sepenuhnya sama lantaran efek rumah kaca merupakan proses yang menyebabkan panas tertahan, sementara itu pemanasan global merupakan kenaikan suhu rata-rata Bumi yang terjadi ketika proses tersebut menguat secara bermakinan.
Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca dan Pemanasan Global
Dikutip dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), prosesnya bermula ketika radiasi Matahari melewati atmosfer dan mencapai permukaan Bumi, lalu seuntukan energi tersebut diserap oleh daratan, lautan, dan berbagai permukaan lainnya.
Permukaan Bumi yang telah menyambut baik energi Matahari lalu melepaskan kembali energi tersebut dalam bentuk radiasi panas menuju atmosfer dan luar angkasa.
Dalam kondisi alami, seuntukan panas dapat keluar dari sistem Bumi, sementara seuntukan lainnya diserap oleh gas rumah kaca di atmosfer dan lalu dipancarkan kembali berakibat menolong menjaga suhu permukaan tetap hangat.
Masalah muncul ketika aktivitas manusia meningkatkan jumlah gas rumah kaca di atmosfer berakibat kemampuan atmosfer dalam menahan panas juga semakin kuat.
Pembakaran batu bara, minyak bumi, dan bahan bakar lainnya menghasilkan emisi karbon dioksida, sementara itu perubahan penggunaan lahan dan deforestasi turut meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca bersama mengurangi kemampuan ekosistem menyerap karbon.
Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini
