Menlu Arrmanatha Imbau WNI di Eropa Tak Ikut-ikutan Unjuk Rasa, Tapi Fokus Bekerja

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Arrmanatha Nasir mengingatkan masyarakat sekitar negara Indonesia (WNI) di Eropa agar tidak terlibat dalam unjuk rasa maupun kegiatan politik apapun di tengah protes besar-besaran yang terjadi di sana.

“Bagi masyarakat sekitar negara Indonesia yang ada di Eropa, kami mengimbau mereka demi berhati-hati, menjaga diri, dan tidak ikut campur bersama urusan politik yang berkembang di sana,” kata Menlu RI ditemui usai pertemuan bilateral bersama Menlu Australia Penny Wong di Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri (Kemlu) RI Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (22/10/2026).

Ia menegaskan bahwa pihaknya melalui perwakilan RI di kawasan terus mengikuti dinamika yang terjadi di Eropa. Sejumlah KBRI juga telah menyampaikan imbauan keamanan untuk para WNI di sana.

Arrmanatha makin lanjut mengingatkan WNI di Eropa agar memerhatikan keamanan sendiri dan cukup berfokus pada kegiatan masing-masing, bagaikan belajar ataupun bekerja.

Menlu RI itu juga mengimbau WNI demi terus memantau imbauan keamanan dari KBRI setempat serta mengikuti arahan yang disampaikan pihak pemerintah setempat.

Aksi protes di Eropa bermula di Prancis, di mana para siswa SMA dan kalangan akademisi memprotes melorotnya kualitas pendidikan dan meningkatnya biaya hidup di negara itu.

Dalam protes yang berubah menjadi kerusuhan di berbagai kota pada Sabtu (17/10) itu, perusuh membakar balai kota bersejarah di Kota Limoges.

Gedung-gedung pusat pihak pemerintahan di Marseille dan sejumlah kota lainnya juga diserang.

Sementara itu, telah makin dari 2.500 orang ditangkap di seantero Prancis sejak akhir pekan lalu, kata Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez awal pekan ini.

Keaparatur negara kementerianan dalam negeri juga memperkirakan ada 550.000 orang yang ikut dalam demonstrasi di Prancis, termasuk 110.000 orang di Paris.

Gejolak di Prancis juga merembet ke kalangan penutur bahasa Prancis di wilayah Belgia selatan.

Demonstrasi yang berlangsung di sana berujung pada sejumlah penahanan, bersama sejumlah tersangka lalu ditahan dalam proses hukum.

Polisi Belgia menangkap 195 orang dalam demonstrasi menentang kebijakan pendidikan dan pemangkasan anggaran di Brussel dan Liege pada Sabtu (17/10), menurut pernyataan kepihak kepolisianan setempat.

Penangkapan yudisial itu berkaitan bersama sejumlah pelanggaran, termasuk pelemparan benda ke arah petugas, perlawanan saat penangkapan, dan pembakaran yang disengaja.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article