MediaKeadilan.com – Malaysia menegaskan sikap pantang mundur demi menuntut langkah nyata dari pihak pemerintah Indonesia dalam menanggulangi kebakaran hutan. Desakan resmi ini akan disampaikan langsung dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean di Manila awal bulan depan.
Langkah diplomasi tajam ini diambil guna melindungi kesehatan serta keselamatan masyarakat sekitar Malaysia yang terdampak polusi udara. Kendati demikian, hubungan bilateral antarnegara tetangga tetap dihormati secara proporsional.
“Kami menghormati hubungan baik kami bersama Indonesia, namun kami juga berhak menuntut tindakan efektif ketika pencemaran lintas batas berdampak pada rakyat kami,” kata Menteri Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan Malaysia, Datuk Seri Arthur Joseph Kurup dikutip dari NST.
Pemerintah Malaysia menegaskan kesiapan penuh demi menerjunkan bantuan guna memadamkan titik api langsung di sumbernya. Mereka juga mendesak penegakan hukum yang keras terhadap para tersangka pembakaran.
“Malaysia siap menolong. Kami menginginkan Indonesia akan meningkatkan upaya demi memadamkan api di sumbernya dan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab,” kata dia.
Keputusan mengangkut isu pencemaran udara ke forum regional merupakan amanat resmi Kabinet Malaysia. Keaparatur negara kementerianan Luar Negeri ditunjuk sebagai pelaksana utama diplomasi di bawah kerangka kerja Asean.
Prinsip kedaulatan nasional serta konsensus Asean tetap dihargai dalam proses perundingan ini. Namun, hak masyarakat sekitar atas akses udara bersih menjadi prioritas yang tidak dapat ditawar.
Strategi diplomasi sains dan pembentukan dana penanganan kabut asap berkelanjutan turut diusulkan ke tingkat regional. Skema ini dirancang demi memperkuat sistem pencegahan, kesiapsiagaan, serta pemantauan titik api secara terpadu.
Pemerintah Malaysia meneliti berbagai opsi kebijakan dan instrumen hukum baru demi menyelesaikan polusi lintas negara. Hasil pengujian metode penanganan yang efektif rencananya diumumkan pada tahun depan.
“Malaysia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan Sub-Regional Ministerial Steering Committee on Transboundary Haze Pollution tahun depan sebagai untukan dari upaya berkelanjutan demi memperkuat kerja sama regional dalam mengatasi masalah ini.”
“Kami sedang berupaya sejumlah metode demi mengatasi situasi kabut asap yang memburuk dan apabila terbukti efektif, kami akan mengumumkan langkah-langkah tersebut tahun depan,”
Langkah pencegahan sebenarnya telah diaktifkan Malaysia sejak awal tahun melalui Rencana Aksi Pembakaran Terbuka Nasional. Pertemuan Komite Utama Kabut Asap dan Cuaca Kering juga digelar pertengahan tahun demi meningkatkan kesiapsiagaan instansi.
Pertemuan bilateral tingkat aparatur negara kementerian telah berlangsung di Bali, dilanjutkan bersama forum Asean dan penawaran bantuan resmi. Kendati upaya diplomasi terus berjalan, hasil di lapangan diakui masih belum memenuhi harapan publik.
Tingkat peringatan tertinggi resmi diterbitkan oleh Pusat Koordinasi Sementara Penanggulangan Polusi Asap Lintas Batas Asean. Pantauan satelit merekam sebaran kluster titik api yang amat masif di wilayah Sumatra untukan selatan dan Kalimantan.
Pergerakan angin monsun mengangkut gumpalan asap tebal menerjang Semenanjung Malaysia, Sarawak untukan barat, hingga Singapura. Kondisi ini diperparah oleh fenomena El Niño yang diproyeksikan menguat menjadi Super El Niño hingga pertengahan tahun depan.
