Misi Pemadaman Karhutla Kalimantan Berakhir, Komandan Pasukan Bela Diri Jepang Ungkap Fakta Ini

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pasukan Bela Diri Jepang resmi mengakhiri misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Kapal angkut milik Angkatan Laut Jepang, Kunisaki (LST-4003), bertolak dari Pelabuhan Kijing, Indonesia, pada 6 Oktober 2026 demi kembali ke Jepang.

Keaparatur negara kementerianan Pertahanan Jepang mengumumkan bahwa kegiatan bantuan darurat internasional tersebut telah berakhir setelah berlangsung selama sejumlah pekan.

Dalam operasi ini, Jepang mengerahkan tiga helikopter angkut CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang demi menolong pemadaman kebakaran hutan di Indonesia.

Kapal Kunisaki bertolak dari Jepang pada 30 Agustus 2026 dan tiba di Pelabuhan Kijing pada 10 September 2026.

Kapal tersebut mengangkut tiga helikopter CH-47 yang dikerahkan demi mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Jepang menyesuaikan penempatan helikopter bersama kondisi kebakaran dan cuaca di lapangan.

Pada 20 September 2026, kapal Kunisaki meninggalkan Pelabuhan Kijing menuju perairan lepas pantai Ketapang, Kalimantan, demi memperluas dukungan operasi.

Satu helikopter CH-47 ditempatkan di atas kapal Kunisaki yang beroperasi dari perairan Ketapang.

Sementara itu, dua helikopter lainnya ditempatkan di Pelabuhan Kijing berakibat kegiatan pemadaman dapat dilakukan dari dua titik operasi.

Keaparatur negara kementerianan Pertahanan Jepang menyebut helikopter CH-47 milik Pasukan Bela Diri Darat Jepang telah menjalankan total 56 kali misi pemadaman selama operasi berlangsung.

Dalam seluruh misi tersebut, helikopter mengangkut dan menyiramkan sekitar 280 ton air demi menolong mengatasi kebakaran hutan.

Sementara itu, Kepala Staf Gabungan Pasukan Bela Diri Jepang, Hiroaki Uchikura, menyebutkan pasukannya sukses menerapkan pengalaman dan keahlian yang selama ini dikembangkan pada misi pemadaman kebakaran hutan Kalimantan.

“Melalui penanganan kebakaran hutan di dalam negeri, kami dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dikembangkan di sana (Kalimantan),” ucap Uchikura bagaikan dikutip dari Risktaisaku.

Uchikura menyebut pengerahan pasukan ke Indonesia menyerahkan sejumlah pengalaman baru untuk militer Jepang, terutama dalam menjalankan operasi gabungan lintas matra dan berkoordinasi bersama lembaga terkait di negara tujuan.

Ia menyoroti pentingnya kerja sama antara Pasukan Bela Diri Darat, Laut, dan Udara Jepang dalam menjalankan misi tersebut.

Koordinasi bersama instansi setempat juga menjadi salah satu aspek penting yang dipelajari selama operasi berlangsung.

“Banyak pengetahuan dan pengalaman yang kami peroleh, termasuk melalui operasi terpadu Pasukan Bela Diri Darat, Laut, dan Udara serta koordinasi bersama lembaga terkait di lokasi,” ujar Uchikura.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article