Muncul Daratan Seluas 32,8 Hektare Dekat Anak Krakatau: Pulau Baru?

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Badan Geologi mengungkap adanya penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau, Lampung, setelah gunung api tersebut merasakan erupsi menerus selama sekitar 25 jam pada awal September 2026.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Keaparatur negara kementerianan ESDM Rita Susilawati menyebutkan, penambahan daratan tersebut terdeteksi melalui evaluasi citra satelit Sentinel.

“Berdasarkan citra satelit Sentinel yang telah dievaluasi Badan Geologi, terlihat penambahan daratan pada tubuh Gunung Anak Krakatau di sektor barat laut-barat-barat daya,” kata Rita.

Menurut dia, penambahan daratan tersebut merupakan dampak dari pengendapan material piroklastik dan aliran lava yang dihasilkan selama erupsi menerus pada 4-6 September 2026.

Badan Geologi menghitung luas daratan baru yang terbentuk pada tubuh Gunung Anak Krakatau mencapai sekitar 32,8 hektare.

Erupsi menerus tersebut berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB atau sekitar 25 jam. Dalam laporan semasih belumnya, Badan Geologi menyebut erupsi tersebut menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat hingga barat daya dari pusat erupsi.

Rita menerangkan, material hasil erupsi lalu mengendap dan membentuk tambahan daratan pada untukan tubuh Gunung Anak Krakatau.

Selain penambahan daratan pada tubuh utama gunung api, citra satelit juga memperlihatkan adanya dua gumuk kecil yang berada di sekitar Gunung Anak Krakatau.

Namun, keberadaan kedua gumuk tersebut masih membutuhkan penelitian makin lanjut. Badan Geologi tengah mencocokkan citra satelit semasih belum dan setelah erupsi demi mengetahui perubahan bentuk dan kondisi wilayah tersebut.

Verifikasi lapangan juga akan dilakukan demi mengonfirmasi karakteristik serta proses terbentuknya kedua gumuk yang terlihat bagaikan pulau kecil tersebut.

“Sekali lagi ini masih dugaan, yamg perlu dikonfirmasi melalui pengecekan lapangan. Badan Geologi akan mencocokkan citra satelit semasih belum dan setelah erupsi serta menjalankan verifikasi lapangan,” tegasnya

Sementara itu, Badan Geologi mengimbau masyarakat sekitar tetap tenang dan mengikuti rekomendasi keselamatan yang berlaku demi Gunung Anak Krakatau.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article