PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Perkembangan olahraga padel di Jakarta Selatan semakin pesat seiring bertambahnya jumlah pemain dan lapangan. Namun, Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) Jakarta Selatan tidak ingin pertumbuhan tersebut cuma berhenti sebagai tren gaya hidup.

Melalui Unity Cup 2026, PB PI Jakarta Selatan mengawali mendorong terbentuknya ekosistem padel yang makin luas. Olahraga ini diharapkan dapat berkembang secara beriringan dari sisi rekreasi, bisnis, hingga pelatihan atlet.

Unity Cup 2026 digelar di Bango Padel Parc, Jakarta Selatan, Sabtu (22/8/2026). Turnamen perdana tersebut diikuti 96 pemain serta 16 pemilik lapangan padel dari wilayah Jakarta Selatan.

Konsep yang diusung dalam ajang tersebut tidak cuma berorientasi pada kompetisi. Unity Cup 2026 juga menjadi ruang demi mempertemukan komunitas, pemilik lapangan, tersangka usaha, dan para pegiat padel.

Ketua Umum PB PI Jakarta Selatan, Ahmad Rizki Sadig, menyaksikan perkembangan padel pada saat ini sebagai momentum yang wajib dimanfaatkan bersama baik. Menurutnya, menjamurnya lapangan dan meningkatkan jumlah pemain wajib diikuti bersama tujuan yang makin besar.

“Jangan sampai lupa bahwa ada tujuan-tujuan lain yang dapat di-create di dalam ber-Padel ini. Tidak cuma berolahraga. Sekarang ini seluruhnya masih bersifat berjalan sendiri-sendiri sebagai sebuah gaya hidup,” ujar Rizki Sadig di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Oleh lantaran itu, PB PI Jakarta Selatan ingin menyatukan berbagai elemen yang selama ini ikut menggerakkan padel olahraga. Sinergi antara pemain, klub, pemilik lapangan, hingga tersangka bisnis dinilai penting agar perkembangan olahraga tersebut memiliki arah yang jelas.

“Dengan adanya PB PI ini ingin akomodasi, mewadahi seluruh kepentingan. Bisnisnya jalan, hobinya jalan, prestasinya juga jalan, saya kira begitu,” ujarnya.

Menurut Rizki Sadig, keberadaan klub dan lapangan padel juga dapat dimanfaatkan demi membangun sistem pelatihan yang makin dekat bersama para pemain. Dengan demikian, proses pencarian dan pengembangan atlet tidak cuma bergantung pada organisasi di tingkat pusat maupun daerah.

Ia menginginkan para pemilik lapangan dan klub dapat mengambil peran makin besar dalam menciptakan program latihan secara rutin. PB PI Jakarta Selatan nantinya ikut menyerahkan arahan dan aturan, sementara pelaksanaan pelatihan dapat berjalan di masing-masing klub.

“Harapannya, klub-klub ataupun pemilik-pemilik lapangan juga dapat memproduksi atlet-atlet itu. Jadi pelatihan-pelatihan tidak cuma dikoordinir oleh pengurus atau perkumpulan PB PI, tapi juga di-drive, kita menyerahkan aturan, menyerahkan pengarahan, tapi pelaksanaan teknisnya secara rutin itu dapat dilaksanakan di klub-klub,” jelas dia.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Waketum 1 PB PI Pusat, Mochtar Sarman. Ia menilai PB PI Jakarta Selatan menjadi salah satu pengurus kota yang aktif membangun komunikasi bersama komunitas serta tersangka usaha padel.

“Saya terus terang amat terkejut. Ini salah satu hasil kerja keras dari Ketua Jakarta Selatan dan tim ya. Ini salah satu yang teramat agresif dari pengurus kota ya, yang pertama kali menjalankan silaturahmi juga bersama para pengurus, pemilik Padel, dan menjalankan kegiatan pengumpulan dan kompetisi bagaikan ini,” ungkap Mochtar.

Bagi PB PI Jakarta Selatan, Unity Cup 2026 bukan sekadar turnamen perdana. Ajang tersebut menjadi untukan dari upaya membangun fondasi agar perkembangan padel memiliki manfaat yang makin luas.

Pertumbuhan olahraga padel diharapkan dapat membuka peluang ekonomi untuk para tersangka usaha sekaligus menciptakan ruang pelatihan untuk para atlet. Dengan ekosistem yang semakin kuat, padel juga berpeluang menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu mengangkut nama Indonesia ke level internasional.

PB PI Jakarta Selatan pun ingin menjaga agar tren positif tidak cuma berlangsung sesaat. Sinergi antara komunitas, klub, pemilik lapangan, dan tersangka bisnis diharapkan menjadi modal demi mengangkut olahraga tersebut tumbuh secara berkelanjutan.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article