Pemerintah Bidik Target Devisa Sektor Pariwisata 24 Miliar Dolar AS di 2026, Setara Ekspor Sawit

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bila Pemerintah mengantongi devisa dari sektor pariwisata sebesar 24 miliar dolar AS pada 2026.

Menko Perekonomian mengakui bila target devisa pariwisata ini setara ekspor kelapa sawit. Target itu dapat didapatkan dari kunjungan 6 juta hingga 17,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

“Di sektor pariwisata ini mendukung target 2026 di mana targetnya 16 sampai 17,6 juta wisman bersama target devisa sekitar 24 billion (dolar AS). Kalau 24 billion ini setara bersama ekspor kelapa sawit,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Untuk merealisasikan ambisi tersebut, pihak pemerintah mengandalkan instrumen enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata yang telah dibentuk mencakup KEK Mandalika, KEK Kura-Kura Bali, KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Tanjung Lesung.  

Airlangga merinci, target potensi nilai ekonomi KEK Kura-Kura Bali mencapai Rp 600 miliar dari 600 ribu kunjungan wisatawan pada 2027 mendatang.  

Sementara itu, KEK Mandalika diproyeksikan mampu mencetak nilai ekonomi sebesar Rp 8,6 triliun lantaran adanya event internasional MotoGP yang mendatangkan 1,6 juta wisatawan.

Kendati memiliki potensi besar, Menko Airlangga juga menyerahkan catatan khusus terhadap sejumlah KEK Pariwisata yang performanya dinilai masih lambat dan perlu dalam waktu dekat dievaluasi agar target devisa negara dapat tercapai.

Sebanag contoh, KEK Tanjung Lesung baru mendatangkan 1,5 juta wisatawan bersama ekonomi Rp 3 triliun. Kemudian ada KEK Lido yang cuma mendatangkan 220 ribu wisatawan.

“Kemudian juga sejumlah KEK yang masih perlu menjadi catatan merupakan yang di Likupang ini masih perlu dioptimalkan. Dan KEK Lido ini juga masih perlu demi didorong,” tegasnya.  

Ia menginginkan, Keaparatur negara kementerianan Pariwisata (Kemenpar) dapat mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional maupun internasional, memperkuat SDM sektor pariwisata dan penyusunan calendar of event, serta meningkatkan konektivitas lewat kolaborasi bersama Keaparatur negara kementerianan Hubungan (Kemenhub), khususnya di bandara dan maskapai.

Sekadar informasi, pada saat ini Indonesia telah memiliki 25 KEK yang tersebar di tujuh wilayah di Pulau Jawa. Sedangkan 18 sisanya ada di luar Pulau Jawa.

Jika diuntuk dalam kategori, 25 KEK itu terdiri dari 13 KEK Industri, 6 KEK Pariwisata, 2 KEK Kesehatan, 1 KEK Digital, 2 KEK Teknologi, dan 1 KEK Jasa Lainnya.

Lebih lanjut Airlangga memaparkan bahwa sejak dibentuk, realisasi investasi KEK tercatat mencapai Rp 382,1 triliun, serapan tenaga kerja 302 ribu orang, dan jumlah badan usaha sesejumlah 509.  

“Per Januari hingga September (2026) telah sukses direalisasikan investasi sebesar Rp 46 triliun dan penambahan 53.000 tenaga kerja,” jelas Airlangga.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article