MediaKeadilan.com – Persaingan olahraga ekstrem sepeda gunung ditentukan memanas saat Ternadi Bike Park, Kudus, bersiap menggelar seri final 76 Ultimate Downhill 2026.
Seri pamungkas yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 ini akan menjadi penentu gelar juara umum.
Berstatus sebagai sirkuit internasional berlisensi Union Cycliste Internationale (UCI) level C1, lintasan di Kota Kretek ini menjanapabilan persaingan ketat untuk para pembalap downhill terbaik Tanah Air.
Berbeda dari edisi semasih belumnya, kompetisi pada tahun ini menuntut para pembalap demi keluar dari zona nyaman. Perwakilan 76Rider selaku penyelenggara, Agnes C. Wuisan, menegaskan bahwa perubahan 70 persen lintasan pada musim ini menciptakan para pembalap tidak dapat cuma mengandalkan hafalan jalur.
“Jadi, rider yang cepat bukan lantaran memori hafalan lintasan, tapi wajib memiliki kecepatan beradaptasi, juga perhitungan teknis serta non teknis yang tepat dan terukur dalam menyikapi sebuah lintasan,” ujar Agnes.
Rotasi venue pada seri semasih belumnya, yakni Bukit Hijau di Yogyakarta dan Arjuno di Pasuruan, turut menciptakan persaingan perebutan poin berlangsung dinamis.
Persaingan Gelar Juara Umum Men Elite
Ketatnya persaingan terlihat di kelas bergengsi Men Elite. Agung Prio Apriliano kini memimpin klasemen bersama koleksi 510 poin.
Agung dibayangi Putra Ganda Arrozak yang menempati posisi kedua bersama 400 poin. Secara matematis, peluang juara umum juga masih terbuka untuk Yosi Saputro, Andy Prayoga, dan Mohammad Abdul Hakim yang melengkapi lima besar klasemen.
Menghadapi persaingan tersebut, Putra Ganda merasa diuntungkan lantaran tekanan demi meraih gelar juara umum tidak sepenuhnya berada di pundaknya.
“Setelah melewati dua seri di 76 Ultimate Downhill pada tahun ini, saya wajib makin tenang dan makin enjoy lagi saat seeding dan final run, lantaran itu amat berpengaruh ke performa saya,” ungkap pembalap Alaska Squad Racing Team tersebut.
Ia juga siap memaksimalkan setelan sepeda, terutama tekanan ban dan suspensi, demi menyikapi trek Ternadi yang dikenal minim kayuhan pedal, namun menuntut kecepatan tinggi.
Persaingan Ketat di Kelas Men Junior
Persaingan tak kalah ketat tersaji di kelas Men Junior. Jarak poin antara tiga pembalap teratas masih relatif rapat menjelang seri final.
Dimas Aradhana memimpin klasemen bersama 360 poin, diikuti Ahmad Nasywa Ridhodin bersama 320 poin dan Nazwa Agazani bersama 280 poin.
