PGN Sulap Potensi Desa Jadi Mesin Ekonomi, Omzet Tembus Rp3,6 M

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar desa bersama mengembangkan potensi lokal menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), mengawali dari pengembangan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Karangrejo di Magelang, Suadesa Festival, hingga Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa) di Desa Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Program-program tersebut tidak sekadar menyerahkan bantuan, namun diarahkan demi membangun kapasitas masyarakat sekitar sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang dapat dikelola secara mandiri.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyebutkan penguatan ekonomi desa merupakan untukan penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Untuk itu, PGN berupaya membangun ekosistem yang mebarangkalikan masyarakat sekitar mengenali potensinya, meningkatkan kapasitas, dan pada akhirnya mampu mengelola sumber daya yang dimiliki secara mandiri,” ujar Fajriyah.

Salah satu contoh pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal dilakukan PGN melalui Balkondes Karangrejo di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Balkondes menjadi wadah untuk masyarakat sekitar demi mengembangkan berbagai aktivitas ekonomi, mengawali dari homestay, kuliner, paket wisata hingga produk ekonomi kreatif.

PGN juga mendukung kawasan tersebut bersama infrastruktur energi ramah lingkungan. Sistem Compressed Natural Gas (CNG) cluster dihadirkan demi memenuhi kebutuhan energi sekitar 150 rumah tangga, sementara panel surya digunakan demi memasok seuntukan kebutuhan listrik kawasan Balkondes.

Balkondes PGN Karangrejo kini mencatat omzet hingga Rp3,6 miliar pada 2024.

Dampaknya juga terasa terhadap penyerapan tenaga kerja. Sekitar 80% tenaga kerja di kawasan tersebut merupakan masyarakat sekitar lokal yang telah memperoleh pelatihan demi mengelola homestay, restoran hingga berbagai paket wisata.

Aktivitas wisata yang ditawarkan pun beragam, mengawali dari tur VW Safari, bersepeda, arung jeram hingga wisata edukasi pertanian.

Tak berhenti pada tersangka usaha, geliat ekonomi tersebut juga menyerahkan kontribusi kepada desa melalui Pendapatan Asli Desa (PADes).

Model pemberdayaan ekonomi lainnya dilakukan melalui Suadesa Festival yang menjadi ruang bertemunya UMKM, tersangka ekonomi kreatif, masyarakat sekitar dan berbagai pemangku kepentingan.

Pada penyelenggaraan Suadesa Festival 2026 pada 22-23 Agustus lalu, tercatat 2.792 pengunjung hadir. Aktivitas tersebut menghasilkan total perputaran ekonomi mencapai Rp1,815 miliar.

Menariknya, kegiatan tersebut juga mengangkut konsep ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article