MediaKeadilan.com – Masyarakat pesisir pantai kini memperoleh manfaat makin dari kehadiran energi terbarukan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Lewat PLTS, masyarakat sekitar dapat memperoleh efisiensi biaya energi.
Salah satu desa yang memperoleh manfaat itu yakni Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat (NTB) di mana mampu menghasilkan efisiensi biaya energi sebesar Rp6,6 juta per tahun dari pengunaan PLTS.
Program yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2024 tersebut mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar pesisir.
Selain menolong menekan biaya energi, program ini juga menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp24 juta per tahun.
VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyebutkan program tersebut dirancang demi menghadirkan manfaat berkelanjutan untuk masyarakat sekitar pesisir melalui pengembangan potensi lokal dan peningkatan akses pendidikan.
Adapun, program Sekolah Alam Anak Pesisir menjangkau 135 penerima manfaat. Anak-anak tidak cuma belajar di dalam kelas, namun juga diperkenalkan pada ekosistem mangrove, pelestarian lingkungan, kreativitas, serta potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tinggal.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan untuk masyarakat sekitar pesisir,” ujar Dian di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Di sisi lain, program ini turut mengembangkan potensi ekonomi masyarakat sekitar. Kelompok berbasis potensi lokal mencatat tambahan pendapatan sebesar Rp24 juta per tahun.
Pendekatan tersebut menjadi untukan dari konsep pembelajaran 3E, yakni Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Melalui konsep ini, kawasan mangrove, pesisir, dan ruang terbuka dimanfaatkan sebagai tempat belajar langsung untuk kalangan anak demi mengenal lingkungan sekaligus memahami potensi ekonomi di sekitarnya.
Dari sisi lingkungan, program tersebut telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove demi rehabilitasi pesisir. Penanaman itu memiliki potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO per hektare.
Sementara dari sisi pendidikan, sesejumlah 1.772 peserta telah mengikuti 11 kegiatan pembelajaran pesisir. Destinasi edukasi mangrove dan pesisir juga mencatat 860 kunjungan per tahun.
Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Pada 2024, kegiatan difokuskan pada pembentukan kelompok, pembangunan Rumah Literasi sebagai ruang pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui studi banding ke Anak Alam Learning House di Sumbawa, NTB.
Melalui program tersebut, Pertamina Patra Niaga mendorong pengembangan potensi lokal, perluasan akses pembelajaran, dan pelestarian lingkungan pesisir. Pemanfaatan PLTS menjadi salah satu untukan dari program yang menyerahkan manfaat ekonomi melalui efisiensi biaya energi untuk kegiatan masyarakat sekitar.
