PM Shehbaz Sharif: Rakyat Pakistan Bersedih Makkah Diserang Bom Drone Houthi

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan kecaman teramat keras atas percobaan serangan pesawat tanpa awak (drone) yang menargetkan kota suci Mekkah. Sistem pertahanan udara koalisi pimpinan Arab Saudi sukses melumpuhkan drone milik militer Houthi Yaman tersebut semasih belum sempat melintasi wilayah udara kota.

Langkah cepat pertahanan udara Arab Saudi menghentikan ancaman udara itu di batas luar kawasan suci. Kejadian ini menegaskan meningkatnya eskalasi keamanan di wilayah Timur Tengah akibat aksi saling serang.

Pemerintah Pakistan merespons peristiwa berbahaya ini bersama pernyataan resmi demi memperlihatkan solidaritas penuh kepada Kerajaan Arab Saudi. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi tegas Pakistan terhadap tindakan yang mengancam stabilitas kawasan suci umat Islam.

“Saya mengutuk keras percobaan serangan drone yang licik dan keji ini,” kata Sharif dalam sebuah unggahan di platform X, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (16/9/2026).

“Rakyat Pakistan merasa sedih dan terganggu oleh tindakan keterlaluan ini. Tidak ada kata-kata yang cukup kuat demi menggambarkan besarnya rasa sakit dan kesedihan yang kami rasakan atas perbuatan terhina dan tak termaafkan ini,” katanya.

Atas insiden yang membahayakan tersebut, Perdana Menteri Shehbaz Sharif kembali menyuarakan pentingnya meredam ketegangan di seluruh kawasan. Pihaknya mendesak seluruh pihak terkait demi menahan diri demi mencegah konflik yang makin luas.

Keterlibatan militer Yaman dalam meluncurkan drone ke arah Mekkah menjadi sorotan utama lantaran mengancam keamanan pusat ibadah dunia. Koalisi Arab yang beroperasi di Yaman mencatat peningkatan frekuensi ancaman udara lintas batas dalam sejumlah waktu terakhir.

Pencegatan sukses ini memperlihatkan kesiapsiagaan tinggi sistem pertahanan udara koalisi dalam melindungi objek vital dan kota suci. Upaya perlindungan tersebut dilakukan guna mengonfirmasi keselamatan jutaan peziarah serta penduduk lokal dari ancaman militer.

Ancaman terhadap keamanan kota suci Mekkah secara konsisten memicu respons diplomasi tingkat tinggi dari berbagai negara Muslim. Latar belakang ketegangan antara kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Arab Saudi memang telah berlangsung selama bertahun-tahun serta memicu krisis keamanan regional.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article