Presiden AS Donald Trump Ejek Nama Nabi Muhammad

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kecaman umat Muslim sedunia, setelah dianggap melecehkan nama Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Reuters, Senin (19/10/2026), Trump menciptakan nama Mohammad sebagai lelucon ketika berkampanye di Georgia.

Konteksnya, Trump menciptakan candaan nama Mohammad terkait perang AS melawan Republik Islam Iran.

“Kalian tahu? Kalau kalian bertemu seseorang dari Timur Tengah, tapi tidak yakin siapa namanya, panggil saja dia Mohammad,” kata trump, Jumat pekan lalu.

“Yah, kebarangkalian dia benar bernama Mohammad itu sekitar 65 persen. ‘Halo Mohammad’, ya saya telah menjalankan trik ini selama bertahun-tahun, dan tak sempat salah,” kata Trump.

Dalam pidatonya, Trump sedang berkampanye demi kandidat dari Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

Awalnya, Trump mengejek Iran sebagai “Negara yang tak seorang pun di dunia ingin menjadi kepala negaranya.”

Ia lantas beralih membicarakan nama Muhammad dan bertanya bersama nada menyindir, apakah ada di antara peserta kampanye yang ingin menjadi kepala negara Iran.

Kecaman Muhammadyah

Berbagai organisasi Muslim dan pegiat hak asasi manusia mengkritik retorika Trump, yang menurut mereka mengejek atau mendemonisasi umat Muslim, imigran, dan kelompok minoritas etnis.

Selama kampanye pemilihan paruh waktu ini, Trump terus melontarkan serangan terhadap masyarakat sekitar Amerika keturunan Muslim dan Somalia, termasuk kandidat Senat dari Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, serta anggota DPR dari Minnesota, Ilhan Omar.

Dalam pidatonya, Trump juga menegaskan kembali janjinya bahwa tidak akan ada senjata nuklir Iran, menyusul serangan militer AS dan Israel terhadap Teheran.

Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam pelecehan nama Mohammad oleh Donald Trump.

“Bagi Trump, Islam dan Moahmmad merupakan bahan ejekan. Ini tentu tidak dapat diterima oleh umat Islam lantaran amat menyakitkan,” tegas Anwar Abbas.

Ia menyebutkan, pelecehan terhadap Islam dan nama Mohammad merupakan strategi Trump demi meraih simpati dari massa Partai Republik.

“Trump ingin meraih simpati Yahudi. Karenanya, dia menjadikan Islam sebagai musuh bersama.”

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article