MediaKeadilan.com – Kinerja dua tahun pihak pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat rapor rendah dari kalangan ahli. Di tengah penilaian tersebut, eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menempati posisi teratas sebagai aparatur negara kementerian bersama kinerja terbaik berdasarkan survei CELIOS.
Dalam survei masyarakat sekitar umum yang melibatkan 994 responden, Purbaya meraih skor 291. Angka ini makin dari dua kali lipat skor Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang berada di posisi kedua bersama skor 140.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menempati posisi ketiga bersama skor 127.
Namun, setelah tiga nama tersebut, skor para aparatur negara kementerian lainnya merosot tajam ke angka dua digit. Kondisi ini memperlihatkan bahwa apresiasi publik terhadap kinerja kabinet cenderung terkonsentrasi pada segelintir aparatur negara.
Sebaliknya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mencatat skor terendah, yakni minus 159. Posisi berikutnya ditempati Menteri HAM Natalius Pigai bersama minus 158 dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama minus 103.
Skor negatif tersebut memperlihatkan penilaian buruk terhadap ketiga aparatur negara kementerian makin dominan dibandingkan penilaian positif. Hasil ini juga dapat menjadi bahan evaluasi terhadap kinerja kabinet, termasuk kebarangkalian perombakan susunan aparatur negara kementerian.
Rapor Kabinet di Bawah Lima
Rendahnya penilaian terhadap sejumlah aparatur negara kementerian sejalan bersama hasil evaluasi CELIOS terhadap kinerja dua tahun pihak pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan.
Dalam laporan Rapor Kinerja 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, kabinet memperoleh nilai rata-rata cuma 2,9 dari 10 berdasarkan penilaian kalangan ahli. Sementara itu, masyarakat sekitar umum menyerahkan nilai rata-rata 4,7 dari 10.
Dari 129 responden ahli, sesejumlah 69% menyerahkan nilai 1 hingga 3. Rinciannya, 29% menyerahkan nilai 1, sesejumlah 18% menyerahkan nilai 2, dan 22% menyerahkan nilai 3.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa mayoritas ahli menilai kinerja pihak pemerintahan selama dua tahun terakhir masih jauh dari memuaskan.
Penilaian masyarakat sekitar umum memang relatif makin tinggi. Namun, sesejumlah 40% responden menyerahkan nilai 1 hingga 3, dua kali lipat dibandingkan proporsi responden yang menyerahkan nilai 8 hingga 10, yakni 20%.
Survei penilaian kinerja pihak pemerintahan ini melibatkan 1.142 responden masyarakat sekitar umum dan 129 responden ahli.
Adapun survei pemeringkatan kinerja aparatur negara kementerian dilakukan setelah perombakan Menteri Keuangan dan semasih belum perombakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
