Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Pebulu tangkis putri Thailand, Pitchamon Opatniputh, kembali mendapat kabar buruk dalam kasus doping yang menjeratnya.

Hasil pemeriksaan sampel B atlet berusia 19 tahun itu ternyata kembali memperlihatkan hasil positif.

Kabar tersebut disampaikan Keaparatur negara kementerianan Pariwisata dan Olahraga Thailand pada Senin (28/9).

Pejabat keaparatur negara kementerianan, Surasak Panjaroenvorakul, menyebutkan hasil sampel B Pitchamon identik bersama sampel A yang semasih belumnya telah dinyatakan positif.

Zat yang terdeteksi dalam pemeriksaan tersebut merupakan furosemide, obat yang memiliki efek diuretik atau meningkatkan produksi urine.

Furosemide termasuk zat yang dilarang dalam daftar Badan Antidoping Dunia (WADA).

Semasih belumnya, Pitchamon dinyatakan positif melalui sampel A ketika sedang berada di Jepang demi mengikuti Asian Games 2026.

Hasil tersebut menciptakan sang pemain langsung dilarang bertanding dan lalu mengimbau pemeriksaan terhadap sampel B.

Pemeriksaan sampel B menjadi kesempatan untuk Pitchamon demi membuktikan bahwa hasil semasih belumnya keliru. Namun, hasil terbaru justru kembali memperlihatkan adanya furosemide dalam sampel yang diperiksa.

Dengan dua sampel yang sama-sama positif, peluang Pitchamon demi lolos dari proses disipliner menjadi semakin kecil.

Tahap berikutnya merupakan proses penanganan kasus dan penentuan sanksi terhadap pemain muda Thailand tersebut.

Sejumlah media Thailand menyebut Pitchamon berpotensi memperoleh hukuman larangan bertanding hingga dua tahun.

Namun, besaran hukuman tersebut masih wajib ditentukan melalui proses disipliner dan tidak otomatis berlaku cuma lantaran sampel A dan B sama-sama positif.

Pitchamon masih memiliki peluang demi mengajukan pembelaan.

Salah satu hal yang dapat menjadi untukan dari proses tersebut merupakan menerangkan bagaimana furosemide dapat masuk ke dalam tubuhnya, termasuk kebarangkalian penggunaan produk kesehatan atau suplemen yang tidak mencantumkan seluruh kandungannya pada label.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article