Synchronize Fest Mengumumkan Full Line Up 2026: “It’s Not Just A Festival, It’s A Movement”

admin
By admin
7 Min Read

MediaKeadilan.com – Synchronize Fest kembali hadir pada 16, 17, 18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-11 Synchronize Fest mengangkut kembali semangat awal “It’s Not Just a Festival, It’s a Movement” sebagai tema utama. Tema ini diangkat kembali bukan demi mengulang apa yang sempat dilakukan, namun kembali demi mengingat mengapa seluruh ini dimengawali.

Sebab setelah melewati satu dekade perjalanan, ada hal yang kembali terasa penting: keberanian demi merefleksikan dan menyaksikan musik dari awal lagi. Dengan rasa ingin tahu yang sama. Dengan semangat demi menemukan sesuatu yang baru. Dengan keberanian demi membuka ruang untuk suara-suara yang barangkali masih belum sempat kita dengar semasih belumnya.

Pada pengumuman full lineup yang diberitakan pada pada hari ini, Synchronize Fest menyaapabilan nama-nama penampil bersama konsep setlist pertunjukan istimewa yang masih belum tentu dapat ditemukan di festival lain, diantaranya: Konser Musikal Senja Teduh Pelita (Maliq & D’essentials X Jakarta Movin); Perunggu mengangkutkan album Dalam Dinamika; Penampilan spesial Project Pop: 30 Tahun; hingga penampilan spesial pertunjukan The Best Of 80’s Indonesian Pop Kreatif Feat. Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, and Agatha Pricilla, Ify Alyssa, Sivia (Music By Nikita Dompas).

Di sisi lain, Synchronize Fest senantiasa menjadi rumah untuk para musisi lama demi berkumpul kembali setelah sekian waktu dan jarak memisahkan. Sebut saja penampilan Istimewa grup musik asal Pekanbaru, Geisha yang akan berkumpul secara utuh bersama para punggawa lama dan masa kininya dalam satu panggung bersama tajuk pertunjukan Geisha “A Retrospective Journey” With Momo, Roby, Aan, Dhan, Nard, Regina.

Selain itu, hadir juga grup band asal Medan yang kini telah berdomisili di Jakarta, Pijar akan kembali berkumpul dan tampil demi pertama kalinya di Synchronize Fest 2026 dipunggawai oleh J. Alfredo (vokal), Ican Pane (gitar), dan Aul Daytona (drum). Hingga momen reuni para idola girl group Indonesia era 2000-an dalam tajuk pertunjukan Indonesian Girl Group: Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, 7icons, And Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, Sivia (Music By Jebung). Serta berkumpul kembalinya veteran indies Ibu Kota, yakni C’mon Lennon yang siap berkumpul bersama di Synchronize Fest 2026.

Gerakan kolektif merupakan salah satu pondasi pertumbuhan musik Indonesia, kali ini Synchronize Fest turut menggandeng sejumlah kolektif yang berangkat dari akar rumput mengangkut konsep pertunjukan spesial di edisi ke-11,bagaikan para musisi kancah reggae dari berbagai tongkrongan bersama tajuk pertunjukan Reggae Gang (Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, Varid Putra Mbah Surip). Hadir pula kolektif hipdut yang datang dari generasi masa kini ANTINRML (Jemsii, Naykilla, Tenxi, Suisei, Ryo, Josua Natanael, Dia, Anangga, Naufal Syachreza, Riku, Yung Caters, Bboogie).

Serta para pentolan emo yang datang dari generasi 2000-an akan mengangkut pertunjukan Emo Revival With Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), And The Side Project. Tak lupa yang teramat bersinar dari tanah timur, hadirnya para jagoan Musisi asal Timur  Indonesia yang akan tampil secara kolektif di pertunjukan Timur Basudara (Anadok, Bringin Home, Dj Desa, Ecko Show, Fahmy Fay, Faris Adam, Jacson Zeran, Silet Open Up, Toton Caribo, Vendetta Rap). Semua penampil siap menyerahkan konsep terbaiknya di hadapan masyarakat sekitar-wargi pada Oktober 2026 mendatang.

Lebih dari dari itu, nama populer dan unggulan yang menjadi tontonan wajib festival juga siap melengkapi keseruan Synchronize Fest, bagaikan Afgan, Efek Rumah Kaca, For Revenge, Monkey To Millionaire, Potret, Rumahsakit, Sal Priadi, The Changcuters, The Jansen, The Panturas, The Upstairs, Alkateri: Expanded Session, Ayu Ting Ting,Bernadya, Hindia, .Feast, Rizky Febian & Mahalini, Souljah, Wali, Duo Maia, Endank Soekamti, The Adams J-rocks, Nadhif Basalamah, Vierratale dan masih sejumlah lagi nama lainnya.

Syncronize Fest Berkolaborasi Dengan 4 Entitas Kurator Musik

Lebih dari sekadar perayaan musik tahunan, Synchronize Fest 2026 ingin menyaksikan festival sebagai sebuah ruang gerak tempat berbagai komunitas, kolektif, label, musisi, tersangka kreatif,dan penonton bertemu, bertukar energi, serta menciptakan pengalaman bersama.

Semangat tersebut diwujudkan melalui pendekatan kuratorial yang semakin beragam. Tahun ini, Synchronize Fest menyerahkan ruang untuk sejumlah pihak dari ekosistem musik Indonesia demi mengangkut perspektif mereka sendiri ke dalam festival, hal ini diwakili oleh hadirnya kerjasama bersama empat entitas kurator yang akan mewarnai keseruan Synchronize Fest.

Dimengawali dari Gigs Stage dikurasi oleh Krapela, yang merupakan sebuah ruang modular kreatif yang didedikasikan demi berbagai jenis acara berlokasi di area Blok M – Jakarta Selatan. Pada Synchronize Fest 2026, Krapela ingin mengedepankan sajian spektrum yang lebar terutama dari jenis genre maupun sub-genre musik bawah tanah yang tersaji.

Terinspirasi dari berbagai macam scene serta komunitas berbeda di dalam khazanah musik Indonesia yang terefleksikan dalam manifesto pertunjukan. ini merupakan kolaborasi debut untuk Krapela demi menjadi kurator di Synchronize Fest melalui nama-nama penampil Alice, Aryo Adhianto, Baur, Coldskin, Det-Plag Lust, Dirty Dogs Aggression, Gnarly Club, Jo Soegono, Mad Madmen, Masakre, Of Wax, Passive Income, Patras, Peron, Quest*, Rantau, Remuk, dan Sunne.

Oleng Upuk dikurasi oleh LaMunai Records, merupakan label rekaman independen asal Jakarta yang berfokus pada pengarsipan, pelestarian, dan perilisan ulang karya musik klasik Indonesia, bersama Rendi Pratama sebagai pendirinya.

Arah kuratorial yang dibawa oleh Lamunai records di Oleng Upuk Synchronize Fest merupakan demi menyaapabilan varian pergerakan kolektif dansa bawah tanah dan musik elektronik ke panggung festival berakibat menemukan penggemar baru pada budaya pesta.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article