MediaKeadilan.com – Bisnis fesyen lokal semakin bergantung pada kekuatan perdagangan berbasis konten digital. Nilai transaksi fesyen di TikTok Shop by Tokopedia misalnya tercatat melonjak 70% pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut sejalan bersama meningkatnya peran kreator dalam mendorong transaksi. Jumlah kreator fesyen di platform tersebut naik 74%, sementara nilai transaksi yang dihasilkan kreator fesyen tumbuh 95% secara tahunan.
Pakaian pria, pakaian wanita, dan aksesori menjadi kategori fesyen bersama pertumbuhan nilai transaksi tertinggi sepanjang 2026.
Ekspansi bisnis juga mengawali terlihat dari daerah. Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Gorontalo tercatat sebagai sejumlah wilayah bersama pertumbuhan nilai transaksi fesyen tertinggi melalui ekosistem discovery commerce.
Data Keaparatur negara kementerianan Perindustrian turut memperlihatkan besarnya kontribusi sektor ini terhadap ekonomi. PDB fesyen dan kriya mencapai Rp120,13 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 7,89% dibandingkan kuartal I 2025. Sektor tersebut juga menyerap 3,69 juta tenaga kerja dari 1,75 juta IKM.
President Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo menyebutkan model perdagangan berbasis penemuan konten digital berpotensi mempercepat pertumbuhan industri fesyen lokal.
Salah satu tersangka usaha yang merasakan dampaknya merupakan brand fesyen lokal ANTARESTAR. Perusahaan tersebut mencatat omzet bulanan miliaran rupiah pada 2026 setelah mengandalkan sesi LIVE hingga 24 jam dan kolaborasi bersama affiliate creator.
Strategi tersebut turut memperluas skala bisnis ANTARESTAR. Brand yang berdiri sejak 2019 itu kini memberdayakan makin dari 100 pegawai dan bermitra bersama 60 konveksi di berbagai daerah.
Sementara itu, brand fesyen wanita KUKAI mencatat hampir 50% nilai transaksinya di TikTok Shop sepanjang 2026 berasal dari sesi LIVE. Bahkan, sejumlah koleksi baru disebut habis terjual cuma dalam 30 menit pertama sesi LIVE.
Pertumbuhan tersebut lalu coba diperluas melalui Fashion Playground yang digelar pada 18-20 September 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
Sesejumlah 21 brand fesyen lokal mengikuti kegiatan tersebut. Selain fashion show dan bazar, TikTok Shop mempertemukan brand bersama 140 kreator melalui program Creator Matchmaking.
Selama tiga hari, Fashion Playground mencatat hingga 3.000 pengunjung offline dan makin dari 500 ribu penonton sesi LIVE.
Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan pola belanja fesyen, ketika konten digital tidak cuma menjadi sarana promosi, namun juga pintu masuk konsumen demi menemukan produk hingga menjalankan pembelian.
