Wamen Ekraf Dorong Regenerasi Penulis Muda, Perkuat Ekosistem Penerbitan

admin
By admin
4 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Para penulis didorong demi meningkatkan industri penerbitan bersama memperluas ruang untuk kalangan anak demi menciptakan dan mengembangkan karya sejak dini.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebutkan, penguatan ekosistem penerbitan perlu dimengawali bersama mendorong anak tidak cuma menjadi konsumen buku, namun juga regenerasi penulis muda di sisi pencipta karya.

“Dari kebiasaan menulis, menggambar, bercerita, dan beruntuk gagasan sejak kecil, kita sedang membangun fondasi generasi kreatif Indonesia yang nantinya mampu menciptakan karya demi Indonesia bahkan untuk dunia,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Menurut Irene, pengembangan talenta sejak dini dapat menjadi untukan dari upaya memperkuat kontribusi subsektor penerbitan terhadap ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 yang dikutip Keaparatur negara kementerianan Ekraf, subsektor penerbitan mencatatkan produk domestik bruto (PDB) sebesar Rp94,02 triliun pada 2025, meningkat dari Rp91,42 triliun pada 2024.

Subsektor tersebut menyumbang 5,35 persen terhadap total PDB ekonomi kreatif nasional bersama pertumbuhan sebesar 3 persen pada 2025.

Irene menilai ruang untuk anak demi menghasilkan karya juga dapat memperluas basis pencipta dalam industri penerbitan. Hal ini tercermin dari jumlah karya yang dihimpun dalam Karya Raya yang terus meningkat dalam empat tahun terakhir.

Pada 2023, tercatat 638 karya anak. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.081 karya pada 2024 dan 1.870 karya pada 2025. Pada 2026, jumlahnya kembali meningkat menjadi 2.053 buku karya anak.

“Setiap anak berhak belajar bahwa kreativitas senantiasa layak tumbuh dan memiliki nilai demi terus dikembangkan,” kata Irene.

Karya Raya 2026 yang berlangsung di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), pada 11 September hingga 2 Oktober 2026 tersebut tidak cuma menjadi ruang pamer karya.

Sejumlah kegiatan bagaikan workshop, storytelling, book launching, kompetisi Tell A Tale, hingga Lakukaryaku turut menyerahkan kesempatan untuk anak demi mempresentasikan dan menjual karya mereka.

Keaparatur negara kementerianan Ekraf menilai pengalaman tersebut penting demi memperkenalkan proses kreatif sekaligus aspek komersialisasi karya sejak dini. Dengan demikian, anak tidak cuma belajar menghasilkan karya, namun juga mengomunikasikan dan mengenalkan karyanya kepada publik.

Karya Raya 2026 diinisiasi platform kreatif Bookabook bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta. Dalam penyelenggaraannya, Karya Raya juga meresmikan Karya Raya Corner sebagai ruang permanen di Perpustakaan Jakarta.

Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB. Jassin Diki Lukman Hakim menyebutkan ruang yang aman dan dukungan lingkungan dapat meningkatkan percaya diri dan mampu menemukan potensi terbaik anak.

“Semoga Karya Raya dapat menjadi tempat kreativitas dan kebaikan kalangan anak yang tumbuh dan bermekaran dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang ramah dan menyerahkan ruang untuk setiap anak demi tumbuh bersama aman, percaya diri, dan bahagia,” jelas Diki

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono menginginkan acara ini dapat menjadi gerakan literasi demi meningkatkan semangat membaca kalangan anak yang terus tumbuh.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article