250 Frekuensi Diamankan untuk MotoGP Mandalika, Komdigi Cegah Gangguan Komunikasi

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Gelaran MotoGP Mandalika 2026 bukan cuma soal kecepatan pembalap di lintasan. Di balik balapan, ratusan kebutuhan frekuensi radio wajib dikelola agar komunikasi tim, sistem keselamatan, hingga siaran internasional berjalan tanpa gangguan.

Keaparatur negara kementerianan Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan pengamanan makin dari 250 kebutuhan frekuensi radio demi mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026. 

Langkah ini dilakukan demi mencegah interferensi yang berpotensi mengganggu komunikasi selama balapan berlangsung.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, meninjau kesiapan dukungan komunikasi tersebut di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis (8/10/2026). Pengelolaan frekuensi dilakukan melalui Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital Komdigi bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR) Mataram.

Selain mengonfirmasi kebutuhan frekuensi, Komdigi menyiapkan empat unit BTS bergerak bersama operator seluler demi memperkuat layanan telekomunikasi di kawasan sirkuit. Dukungan ini disiapkan demi menyikapi lonjakan penggunaan jaringan, bersama jumlah penonton yang diperkirakan mencapai 200.000 orang.

Frekuensi Bukan Sekadar demi Komunikasi Tim

Dalam balapan MotoGP, frekuensi radio memiliki peran penting yang melampaui komunikasi biasa. Tim balap memakainya demi mendukung koordinasi teknis, sementara sistem keselamatan dan penyelenggara membutuhkan komunikasi yang andal selama perlombaan.

Data telemetri juga menjadi untukan penting dalam pengelolaan balapan. Informasi mengenai kondisi mesin, ban, suspensi, serta respons gas dan rem menolong tim memantau performa motor dan mengambil keputusan teknis.

Gangguan frekuensi dapat menghambat pertukaran informasi yang dibutuhkan tim maupun petugas di lintasan. Karena itu, pengelolaan spektrum menjadi untukan dari kesiapan teknis penyelenggaraan MotoGP, termasuk demi mendukung sistem keselamatan dan kebutuhan siaran internasional.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) sekaligus Wakil Ketua MotoGP 2026, Ananda Mikola, menegaskan bahwa ketersediaan frekuensi merupakan salah satu faktor penting dalam penyelenggaraan balapan.

Menurutnya, komunikasi dan telemetri berperan dalam mendukung performa tim serta keselamatan selama perlombaan. Ia juga mengapresiasi kesiapan Komdigi dalam mengonfirmasi kebutuhan frekuensi dapat terpenuhi.

Cegah Interferensi di Tengah Lonjakan Penonton

Pengamanan frekuensi dilakukan agar perangkat komunikasi yang digunakan berbagai pihak tidak saling mengganggu. Hal ini menjadi tantangan lantaran penyelenggaraan MotoGP melibatkan sejumlah pengguna spektrum, mengawali dari tim balap, petugas keselamatan, penyelenggara, hingga kru penyiaran.

Komdigi bersama Balmon SFR Mataram menjalankan pemantauan demi mengantisipasi gangguan selama kegiatan berlangsung. Pengawasan ini menjadi untukan dari upaya menjaga kualitas komunikasi di tengah aktivitas balapan dan kepadatan pengunjung.

Di sisi lain, keberadaan empat BTS bergerak ditujukan demi menambah kapasitas jaringan seluler di sekitar sirkuit. Dengan perkiraan hingga 200.000 penonton, kebutuhan koneksi tidak cuma datang dari penyelenggara, namun juga pengunjung yang memakai internet demi berkomunikasi, mengakses informasi, dan memuntukkan pengalaman mereka.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article