MediaKeadilan.com – Operasi penyelamatan akibat banjir bandang di kawasan perbatasan Nepal dan Tibet kini memasuki hari kelima bersama jumlah pihak korban hilang mencapai makin dari 2.400 orang. Pemerintah China mendeteksi 261 masyarakat sekitar negara asing dari 23 negara berada dalam daftar pihak korban yang masih belum ditemukan di wilayah Tibet.
Sektor pariwisata dan jalur perbatasan Gyirong menjadi titik krusial penanganan darurat mengingat tingginya mobilitas turis antarnegara di area tersebut. Dinamika pencarian makin kompleks lantaran adanya simpang siur data manifes antara otoritas Nepal dan China.
Sistem pencarian Lintas batas kini menjadi tumpuan utama keluarga pihak korban demi mengonfirmasi keselamatan anggota keluarga mereka yang terjebak di area bencana. Koordinasi diplomatik terus dilakukan guna menyinkronkan data kependudukan dan manifes perjalanan para turis asing.
Sumi Adhikari, seorang masyarakat sekitar asal Sydney, menjadi salah satu pihak korban hilang yang hingga kini masih dalam proses pencarian tim penyelamat. Suaminya, Nava Pandey, memutuskan terbang langsung ke Nepal demi menyusuri jejak keberadaan sang istri.
Nava Pandey menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara agar informasi evakuasi dapat diakses secara terbuka dan cepat oleh pihak keluarga.
“Kami menghormati dan menyerukan kepada pihak pemerintah China serta otoritas lokal demi merilis seluruh informasi terverifikasi yang tersedia, menyerahkan pembaruan berkala tentang upaya pencarian, dan membuka komunikasi langsung bersama keluarga yang terdampak,” ujar Pandey, dikutip dari BBC, Minggu (30/8/2026).
“Keluarga tidak boleh dibiarkan tanpa jawaban selama masa kritis bagaikan ini.”
Bagaimana Kondisi Warga Negara Australia Lainnya di Area Bencana?
Reshma Patel asal Newcastle, New South Wales, juga dilaporkan hilang bersama rombongan tur yang sama di wilayah perbatasan tersebut. Lacak sinyal ponsel terakhir mengindikasikan bahwa Reshma sempat menyeberang masuk ke wilayah administratif Tibet semasih belum banjir menerjang.
Bhavin Patel, suami Reshma, juga telah tiba di Nepal dan mendesak percepatan evakuasi di titik-titik rawan perbatasan.
“Kami secara hormat memohon kepada Australia, Nepal, dan China demi koordinasi mendesak dan melanjutkan upaya pencarian di area Gyirong,” tulisnya.
“Keluarga kami amat membutuhkan bantuan demi menemukan keberadaannya.”
Media pihak pemerintah China, CCTV, mencatat total 546 orang hilang di wilayah Tibet akibat terjangan banjir bandang tersebut. Dari angka tersebut, 261 di antaranya merupakan masyarakat sekitar negara asing yang sedang menjalankan perjalanan wisata.
Otoritas China mengaku telah melayangkan pemberitahuan resmi kepada kedutaan besar serta konsulat negara-negara terdampak.
Berapa Banyak Rincian Korban Asing yang Terdata dalam Musibah Ini?
