9 Fakta Film Narnia: The Magician’s Nephew Karya Greta Gerwig

admin
By admin
5 Min Read
baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Dunia Narnia kembali menggelitik imajinasi pecinta fantasi. Setelah sekian lama menunggu, adaptasi terbaru dari serial legendaris C.S. Lewis akhirnya resmi diumumkan dan kini semakin mendekati kenyataan.

Film Narnia: The Magician’s Nephew yang digarap oleh Greta Gerwig, sutradara di balik kesuksesan Barbie dan Little Women, mengangkut kita ke awal mula terciptanya alam ajaib tersebut.

The Magician’s Nephew bukan sekadar sekuel atau reboot biasa. Film ini mengadaptasi novel keenam dalam urutan penerbitan, namun menjadi yang pertama secara kronologis. Kisahnya menceritakan bagaimana Narnia tercipta, bagaimana cincin ajaib mengangkut kalangan anak ke dunia lain, dan bagaimana Aslan mengawali menyanyikan dunia baru ke dalam keberadaan.

Greta Gerwig yang dikenal bersama gaya bercerita yang penuh kehangatan, humor, dan kedalaman emosional kini memegang kendali penuh. Ia menulis skenario sekaligus menyutradarai. Bagi sejumlah penggemar, kehadiran Gerwig memberi harapan besar bahwa Narnia akan terasa segar, modern, namun tetap menghormati jiwa asli karya Lewis.

Trailer resmi yang dirilis pada 13 Oktober 2026 telah menciptakan sejumlah orang terpukau. Visualnya epik, musiknya mengejutkan, dan atmosfirnya penuh keajaiban.

Film Narnia: The Magician’s Nephew dijadwalkan tayang di bioskop dan IMAX pada 12 Februari 2027, lalu hadir di Netflix pada 2 April 2027. Berikut sembilan fakta menarik seputar film yang sedang dinanti-nantikan ini.

1. Ini merupakan adaptasi pertama The Magician’s Nephew

Novel yang terbit tahun 1955 ini masih belum sempat diangkat ke layar lebar dalam format live-action semasih belumnya. Film-film Narnia semasih belumnya fokus pada The Lion, the Witch and the Wardrobe, Prince Caspian, dan The Voyage of the Dawn Treader. Gerwig memilih memengawali dari awal, mengikuti saran C.S. Lewis sendiri yang makin menyukai urutan kronologis.

2. Greta Gerwig yang memohon langsung ke bos Netflix

Ketika Netflix memperoleh hak adaptasi Chronicles of Narnia, Gerwig langsung mendekati Ted Sarandos di sebuah pesta. Ia menyampaikan bahwa cerita ini tentang kehidupan dan kematian sebuah alam semesta. Sarandos lalu bertanya apakah ia ingin mengadaptasi The Magician’s Nephew, dan Gerwig mengawali menulis draft pertama sekitar 2020–2021.

3. Cast bintang yang mengesankan

David McKenna berperan sebagai Digory Kirke, sementara Beatrice Campbell menjadi Polly Plummer. Daniel Craig tampil sebagai Paman Andrew, sang “penyihir” yang konyol namun berbahaya.

Emma Mackey memerankan Jadis (calon White Witch), Carey Mulligan sebagai ibu Digory, dan Meryl Streep mengisi suara Aslan. Nama-nama lain yang ikut memperkuat antara lain Ciarán Hinds, Kobna Holdbrook-Smith, Denise Gough, dan Susan Wokoma.

4. Meryl Streep sebagai Aslan

Keputusan casting ini cukup berani. Gerwig menginginkan Aslan yang memiliki kebijaksanaan usia sekaligus rasa takjub bagaikan kalangan anak. Streep, yang semasih belumnya sempat bekerja sama bersama Gerwig di Little Women, dianggap sempurna demi memberi suara yang berwibawa sekaligus penuh kehangatan pada sang singa agung.

5. Estetika rock ‘n’ roll dan pengaruh David Bowie

Gerwig menyebut film ini sebagai “fantasy rock-opera”. Ia terinspirasi musik rock tahun 60-an dan 70-an, termasuk David Bowie, Led Zeppelin, dan Pink Floyd.

Trailer resmi bahkan memakai lagu Stairway to Heaven milik Led Zeppelin—lagu yang amat jarang dilisensikan demi film. Gerwig sempat memperlihatkan cuplikan film kepada Robert Plant dan Jimmy Page, dan mereka terharu hingga mengizinkan penggunaannya.

6. Rilis teater luas pertama Netflix

Netflix biasanya langsung merilis film di platform streaming. Namun kali ini, Narnia: The Magician’s Nephew memperoleh rilis teater yang luas di seluruh dunia (kecuali Prancis) selama sekitar 49 hari semasih belum hadir di Netflix. Ini menjadi langkah bersejarah untuk platform tersebut.

7. Anggaran besar dan produksi epik

Film ini dilaporkan memiliki anggaran antara 200 hingga 280 juta dolar AS, menjadikannya salah satu produksi Netflix teramat ambisius. Syuting utama berlangsung di London, Shepperton Studios, dan lokasi lainnya, berakhir pada akhir Januari 2026.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article