Dendam Bullying Jadi Pemicu? Polisi Dalami Alasan Pelajar MAN 3 Padang Rakit dan Ledakkan Bom

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Polisi mengawali mendalami dugaan perundungan atau bullying yang dialami pelajar berinisial RGJ (17), terduga perakit bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Pendalaman dilakukan setelah muncul pengakuan awal RGJ yang menyebut perundungan sebagai pemicu dirinya nekat meledakan bom di sekolah.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Susmelawati Rosya mengonfirmasi selain mengusut penyebab ledakan, penyidik kini menelusuri kebarangkalian adanya faktor perundungan yang menjadi latar belakang kasus tersebut.

Dari pemeriksaan awal, RGJ mengaku menjadi pihak korban bullying sejak duduk di kelas II. Ia bahkan menyebut ada seorang teman yang diduga menjadi tersangka perundungan.

“Bentuk perundungannya masih kami dalami,” kata Susmelawati kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, penyidik masih mendalami bentuk perundungan yang dimaksud, apakah berupa ejekan, kekerasan fisik, atau bentuk intimidasi lainnya. Seluruh pengakuan tersebut masih diverifikasi melalui pemeriksaan para saksi.

Hingga kini, penyelidikan terkait dugaan bullying berjalan bersamaan bersama pengusutan kasus ledakan. Jumlah saksi yang telah dimintai keterangan pun terus bertambah.

Pada hari pertama penyelidikan, pihak kepolisian memeriksa tujuh orang yang terdiri atas guru, petugas keamanan sekolah, dan RGJ. Hingga Kamis, total saksi yang telah diperiksa meningkat menjadi 12 orang.

Meski proses penyidikan masih berlangsung, pihak kepolisian mengonfirmasi aktivitas belajar mengajar di MAN 3 Padang telah kembali normal.

Ia mengimbuhkan, fokus utama pada saat ini bukan cuma mengungkap rangkaian peristiwa, namun juga mengonfirmasi pemulihan kondisi psikologis pelajar yang bersangkutan.

“Yang teramat terpenting itu masalah rehabilitasi tersangka,” katanya.

Barang Berbahaya Disita, Motif Masih Didalami

Semasih belumnya, Densus 88 Antiteror Polri mengungkap sejumlah barang yang diduga berkaitan bersama perakitan bom rakitan milik RGJ.

Dari penggeledahan, petugas menyita kotak hitam, tas, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah barang lain yang diduga digunakan demi merakit bahan peledak.

Penyelidikan sementara memperlihatkan RGJ diduga merakit bom secara mandiri di rumah memakai bahan-bahan yang dibeli melalui internet tanpa sepengetahuan orang tuanya.

Ia juga mengaku mempelajari cara merakit bahan peledak secara daring dan terinspirasi dari kasus bom di sebuah SMA di Jakarta pada 2025.

Meski demikian, Densus 88 menegaskan motif tentu, target yang diduga menjadi sasaran, serta kebarangkalian keterlibatan pihak lain masih terus didalami.

Penyidik juga sedang memverifikasi pengakuan RGJ yang mengaku mengikuti sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.

Dalam insiden tersebut, bom rakitan sempat meledak satu kali di area samping ruang kelas. Ledakan tidak menimbulkan pihak korban jiwa maupun pihak korban luka, namun menjadi perhatian serius aparat lantaran melibatkan seorang pelajar.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article