Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Ajang Campus League Badminton Regional Semarang 2026 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan di Polytron Stadium, Universitas Diponegoro.

Turnamen yang mempertemukan 149 student-athlete dari 17 perguruan tinggi lintas provinsi tersebut menerapkan sistem skor terbaru Badminton World Federation (BWF).

Universitas Sebelas Maret (UNS) mendominasi nomor perorangan, sementara Universitas Islam Indonesia (UII) tampil sebagai juara kategori beregu.

Ruang Kompetitif untuk Atlet Mahasiswa

Selama empat hari penyelenggaraan yang berakhir pada Sabtu (29/8/2026), kompetisi ini menjadi wadah untuk atlet kalangan akademisi demi memperlihatkan kemampuan.

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebutkan kehadiran kompetisi ini merupakan upaya demi menjaga prestasi bulu tangkis Indonesia, khususnya di level perguruan tinggi.

“Badminton merupakan salah satu olahraga unggulan dari Indonesia dan itu sesuatu yang kita bersama ingin terus jaga,” terang Ryan Gozali dalam sesi jumpa pers.

“Campus League ingin berkontribusi teramat tidak di level kampus,” tambahnya.

“Campus League sebenarnya hadir di badminton demi dapat menaungi talenta-talenta pebulutangkis yang amat baik, tapi barangkali tidak dapat menembus ke Pelatnas,” lanjut Ryan.

Adaptasi Dini Sistem Skor Baru BWF

Campus League Badminton Regional Semarang 2026 juga menerapkan sistem skor terbaru BWF sebagai untukan dari upaya memperkenalkan regulasi tersebut makin awal kepada para atlet dan perangkat pertandingan.

“Ajang ini juga dirancang agar atlet tidak wajib memilih antara olahraga dan pendidikan,” urai Ryan menerangkan visi utamanya.

“Kami memang menerapkan sistem skor terbaru BWF demi curi start, lantaran telah ada ketentuan akan diberlakukan regulasi baru ini secara menyeluruh,” ungkapnya terkait aturan baru tersebut.

“Jadi kami ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan seluruh yang terlibat makin cepat familiar, lantaran semakin terbiasa tentu akan semakin baik,” tambahnya.

“Kami menyaksikannya sederhana, tapi arahnya memang jangka panjang,” tegas sang CEO.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article