Uji Ketahanan Fisik di GBK, Ribuan Pelari Siap Pecah Rekor di JRF 2026

admin
By admin
2 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) yang identik bersama arena “pertempuran” sepak bola, kini bersiap menyambut ujian ketahanan fisik ekstrem dalam ajang myBCA Jakarta Running Festival (JRF) 2026.

Ribuan pegiat olahraga lari dari berbagai penjuru Jabodetabek tengah mematangkan stamina mereka menjelang perhelatan atletik akbar yang akan bergulir pada 22-25 Oktober 2026 mendatang.

Bagi komunitas pelari urban, ajang ini bukan sekadar rekreasi akhir pekan, melainkan panggung adu ketahanan mental dan otot di atas lintasan aspal ibu kota.

Apalagi, kategori marathon dan half marathon di JRF 2026 telah mengantongi pengakuan dari World Athletics.

Kategori marathon menyandang status World Athletics Label. Sementara itu, kategori half marathon bahkan meraih predikat World Athletics Gold Label.

Tantangan Menembus Batas

Salah satu peserta yang bersiap menyikapi tantangan tersebut merupakan Romi Falindo, anggota komunitas Topscore Running asal Depok.

Setelah tiga tahun rutin berlatih lari bersama jarak mengawali dari 5 kilometer (5K) hingga half marathon, pria berusia 34 tahun itu akan berupaya tantangan baru bersama mengikuti kategori HYDROPLUS Marathon sejauh 42,195 kilometer.

“Lari itu olahraga yang simpel, tapi dampaknya luar biasa mengubah pola hidup,” ungkap Romi.

“Yang teramat berkesan, lari mengajarkan saya demi tidak cepat puas dan senantiasa berani menantang diri sendiri,” lanjutnya setelah menyelesaikan sesi latihan 5K pada akhir pekan lalu.

Dalam debut marathon-nya, Romi tidak semata-mata mengejar catatan waktu. Ia ingin mencapai garis finis semasih belum batas waktu yang ditentukan atau cut-off time, bersama kondisi tubuh tetap bugar.

Persiapan Fisik dan Strategi Mengelola Hidrasi

Persiapan menuju marathon membutuhkan latihan terstruktur selama berbulan-bulan. Romi menjalani sejumlah metode latihan, mengawali dari interval run, tempo run, hingga long run demi membangun daya tahan.

Selain kebugaran fisik, pengelolaan cairan dan elektrolit juga menjadi perhatian dalam persiapan lari jarak jauh. Kehilangan cairan selama berlari dapat mengganggu performa, terutama apabila tidak diimbangi asupan yang memadai.

“Saat lari jarak jauh, musuh utama pelari merupakan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit,” jelas Romi.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article