Media Inggris Telanjangi Data Asli Jumlah Anak-anak Keracunan MBG dalam 3 Hari Terakhir

admin
By admin
3 Min Read

baca 10 detik

MediaKeadilan.com – Media Inggris menginformasikan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu krisis kesehatan di Indonesia setelah hampir 2.000 masyarakat sekitar yang mayoritas anak sekolah diduga keracunan sejak Selasa (01/09) hingga Kamis (03/09). Insiden tragis ini meluas di empat provinsi, meliputi Kabupaten Sidoarjo di Jawa Timur, Kabupaten Rembang di Jawa Tengah, Kabupaten Agam di Sumatra Barat, hingga Tana Toraja di Sulawesi Selatan.

Petaka akibat hidangan MBG ini menelanjangi celah pengawasan kualitas pangan dapur penyedia di berbagai daerah secara beruntun. Sesejumlah 730 masyarakat sekitar terdampak di Kabupaten Sidoarjo usai mengonsumsi santapan MBG pada Selasa (01/09).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, mengonfirmasi pada Kamis (03/09) bahwa 706 pihak korban di antaranya telah dipulangkan demi berobat jalan. Mayoritas penderita merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, serta sejumlah siswa sekolah sekitar.

Gugus kasus lain muncul di Kabupaten Agam bersama 276 pihak korban yang terdiri atas siswa SD hingga SMA serta jajaran guru. Pemerintah daerah setempat langsung bertindak tegas memutus distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh.

Kasus serupa juga menjangkiti Bener Meriah, Aceh, ketika 15 murid SD dan seorang kepala sekolah terpaksa dilarikan ke Puskesmas Lampahan pada Rabu (2/9/2026). Para penderita menginformasikan timbulnya reaksi fisik berupa pusing, mual, gatal-gatal, sampai sesak napas seusai melahap sajian program tersebut.

Kabupaten Rembang mencatatkan angka terdampak terbesar mencapai 777 jiwa yang berasal dari lingkungan SMAN 1 Lasem.

Gejala gangguan pencernaan bagaikan muntah, nyeri perut, dan diare hebat melanda ratusan siswa serta guru sejak Rabu (2/9) malam hingga Kamis (3/9) pagi.

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menerangkan bahwa konsumsi hidangan nasi, ayam bakar, sambal teri, tempe goreng, dan lalapan buatan SPPG Desa Soditan dimengawali pada Rabu siang pukul 12.00 WIB.

Kondisi mendadak memburuk pada Kamis pagi saat ratusan murid berebut memakai fasilitas kamar mandi sekolah.

“Diare dan bergantian masuk toilet. Total ada 40 toilet berakibat tidak mampu menampung seluruhnya. Padahal malamnya telah diare tapi baru laporan pada hari ini,” kata Juhartutik, dikutip dari BBC Internasional.

Pendataan internal sekolah mengidentifikasi sesejumlah 752 murid beserta 25 guru merasakan kesakitan mendadak.

“752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem diare,” ujar Juhartutik.

Pihak sekolah dalam waktu dekat memanggil tim medis Puskesmas Lasem demi mengevakuasi pihak korban memakai ambulans.

“Ditindaklanjuti bersama didatangkan tenaga kesehatan dan ambulans,” kata Juhartutik.

Langkah darurat diambil bersama memulangkan 1.174 murid serta 95 staf sekolah pada pukul 08.30 WIB sembari meliburkan siswa terdampak.

Artikel ini telah tayang di sumber aslinya. Baca selengkapnya di Sini

Share This Article